kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI ramal ekspor 2017 naik, ini alasannya


Kamis, 29 September 2016 / 16:22 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Bank Indonesia (BI) memprediksi ekspor Indonesia tidak akan turun lagi bahkan meningkat mulai tahun depan. Namun, kenaikan tersebut tidak signifikan. Kenaikan dipicu oleh mulai stabilnya komoditas.

Gubernur BI Agus Martowardjo menyampaikan pada 2017 dimungkinkan harga-harga komoditi ekspor andalan Indonesia tidak akan turun lagi seperti pada dua tahun sebelumnya. Dengan ini diperkirakan kondisi ekspor Indonesia akan membaik lagi.

"Di tahun 2017 kemungkinan harga komoditas ekspor andalan Indonesia tidak turun lagi bahkan ada kemungkinan sedikit naik walaupun hanya 1%," ujar Agus usai rapat dengan DPR, Kamis (29/9).

Ada beberapa komoditas ekspor andalan Indonesia yang saat ini kondisinya mulai membaik yaitu tembaga, batubara, kopi, palm oil, karet, nikel, timah, alumunium dan juga beberapa komoditas lainnya. "Harga komoditas ekspor Indonesia tercatat membaik, terutama CPO dan timah," ungkapnya.

Menurutnya kondisi ini akan menyebabkan banyak korporasi mulai melepaskan valuta asingnya dan juga diperkirakan banyak asing yang masuk ke Indonesia.

Selain itu Agus juga menyampaikan, BI dalam menjaga kondisi ekspor Indonesia akan selalu ada di pasar. Hal ini supaya daya saing Indonesia tetap terjaga. Dengan itu maka kondisi ekspor Indonesia bisa selau terjaga stabil, tidak ada lagi penurunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×