kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.993   -37,00   -0,21%
  • IDX 5.840   92,92   1,62%
  • KOMPAS100 771   11,37   1,50%
  • LQ45 577   7,94   1,39%
  • ISSI 200   2,88   1,46%
  • IDX30 327   4,46   1,38%
  • IDXHIDIV20 402   4,21   1,06%
  • IDX80 87   0,92   1,07%
  • IDXV30 109   0,75   0,69%
  • IDXQ30 104   0,69   0,66%

BI proyeksi inflasi Mei 2021 sebesar 0,15%


Senin, 10 Mei 2021 / 12:51 WIB
ILUSTRASI. Daging ayam diprediksi menjadi salah satu penyumbang inflasi di bulan Mei


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memprediksi, inflasi masih akan terjadi pada bulan Mei 2021. Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu pertama Mei 2021, inflasi diperkirakan sebesar 0,15% dalam sebulan.

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Mei 2021 secara tahun kalender sebesar 0,73% ytd dan secara tahunan sebesar 1,51% yoy,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya. 

Erwin memerinci, penyumbang utama inflasi sampai dengan minggu pertama bulan ini yaitu komoditas angkutan antarkota sebesar 0,11% mom, daging ayam ras 0,03% mom, jeruk dan daging sapi yang masing-masing naik 0,02% mom. 

Tak hanya itu, inflasi juga bersumber dari minyak goreng, empas perhiasan, juga angkutan udara yang masing-masing mengalami kenaikan harga sebesar 0,01% mom. 

Baca Juga: BPS catat inflasi April 2021 sebesar 0,13%

Sementara itu, beberapa komoditas terpantau mengalami penurunan harga (deflasi) sehingga menghambat laju inflasi. Contohnya, cabai merah yang turun 0,06% mom, cabai rawit turun 0,05% mom, serta bawang merah dan telur ayam ras yang turun 0,01% mom. 

Ke depan, BI mengaku akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. 

Tak hanya itu, BI akan memperkokoh langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh, untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Selanjutnya: Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) April 2021 positif, BI: Konsumen makin optismistis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×