kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.018   35,00   0,19%
  • IDX 6.196   -0,93   -0,01%
  • KOMPAS100 809   -2,02   -0,25%
  • LQ45 613   -1,32   -0,21%
  • ISSI 214   0,18   0,09%
  • IDX30 345   -0,95   -0,28%
  • IDXHIDIV20 427   -1,82   -0,42%
  • IDX80 92   -0,22   -0,24%
  • IDXV30 117   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 110   -0,51   -0,46%

BI optimistis burder sharing tak kerek inflasi tahun ini


Kamis, 16 Juli 2020 / 16:31 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) berbincang dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo disela-sela rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019). Rapat kerja tersebut mengagendakan penyampaian dan pen


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Skema pembagian beban (burden sharing) dalam pembiayaan utang untuk pemulihan ekonomi nasional yang telah disepakati Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) berpotensi munculkan risiko. Salah satunya, peningkatan inflasi di tahun ini.

Namun, Gubernur BI Perry Warjiyo menampik hal tersebut. Katanya, inflasi di tahun ini masih akan tetap rendah, terkendali, dan berada dalam kisaran sasaran bank sentral yang sebesar 2% - 4%.

Baca Juga: Pemerintah akan melelang lima seri SBSN dengan target Rp 8 triliun pada Selasa (21/7)

"Kita harus paham, tekanan inflasi itu terutama bersumber dari permintaan dan ketersediaan pasokan. Ekonomi kita saat ini lemah, permintaan lemah, jadi tekanan inflasi akan masih rendah," kata Perry, Kamis (16/7) via video conference.

Rendahnya inflasi salah satunya terbukti dari inflasi Juni 2020 yang tercatat 1,96% yoy atau bahkan lebih rendah dari batas bawah sasaran inflasi. Selain itu, rendahnya inflasi juga tercermin dari pergerakan nilai tukar rupiah yang stabil.

Baca Juga: Bank Dunia sebut ekonomi Indonesia bisa tumbuh 0%, begini respons Sri Mulyani

Lebih lanjut, inflasi terjaga akibat koordinasi antara bank sentral dengan pemerintah baik pusat dan daerah dalam mengendalikan ekspektasi inflasi.

Akan tetapi, untuk ke depannya, Perry mengakui kalau risiko inflasi bisa muncul akibat ekspansi moneter ini, apalagi bila perekonomian mulai pulih. Untuk itu, ia mengaku siap untuk mengeluarkan bauran kebijakan untuk mengendalikan inflasi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×