kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

BI minta genjot ekspor industri padat karya untuk menjaga pasokan valas dan kurs

Senin, 07 Mei 2018 / 19:24 WIB

BI minta genjot ekspor industri padat karya untuk menjaga pasokan valas dan kurs
ILUSTRASI. Uang Dollar di Tempat Penukaran Uang



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Bank Indonesia meminta semua pihak untuk ikut serta mendorong ekspor, utamanya dari industri padat karya. Langkah ini penting dilakukan demi menjaga stabilitas kurs yang sangat tergantung pada pasokan dan permintaan valuta asing (valas).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, untuk menjaga stabilitas rupiah maka dibutuhkan peningkatan suplai valas. Nah, "Suplai valas itu datangnya dari sektor riil, utamanya dari industri berbasis ekspor, lalu dari pariwisata dan remitansi TKI dari luar negeri," jelasnya dalam Seminar Nasional Pengembangan dan Pembiayaan Industri Padat Karya Berorientasi Ekspor, Senin (7/4).


Menurutnya, peran aktif sektor riil penting dalam mendorong pasokan valas dan menjaga stabilitas rupiah. Karenanya, pengembangan dan pembiayaan industri padat karya sangat dibutuhkan guna memperkuat ekonomi Indonesia.

Mirza menggambarkan, pada tahun 1980-an, sektor manufaktur Indonesia menopang sekitar 28%-29% dari ekonomi Indonesia. Nah, saat ini sektor manufaktur hanya berkontribusi sekitar 20% terhadap ekonomi dalam negeri.

Artinya, "Potensi kita untuk meningkatkan manufaktur yang berorientasi ekspor itu masih sangat besar," imbuhnya.

Seperti halnya Vietnam dan Thailand yang bisa mengubah struktur industrinya dari yang 20 tahun lalu defisit ekspor impor barang dan jasa, maka Mirza meyakini Indonesia juga seharusnya bisa meningkatkan ekspor. "Tinggal bagaimana kita berkomitmen untuk membuat kebijakan yang bagus supaya ekspor bisa berkembang dengan baik dan bagaimana sinergi pemerintah pusat dan daerah," ujar Mirza.

Menurutnya, masing-masing pemerintah provinsi harus mendukung dan mempunyai tujuan yang sama dalam meningkatkan ekspor.

Wakil Ketua Pokja III Satgas Percepatan Reformasi Struktural Raden Pardede menambahkan, inisiatif daerah sangat dibutuhkan untuk mendorong peningkatan ekspor. "Pemda harus berinovasi dengan segala kebijakannya, dan yang pertama mereka harus memudahkan semuanya agar daerah tersebut menjadi daerah yang menarik didatangi investor maupun eksportir," jelasnya.


Reporter: Herlina KD
Editor: Sanny Cicilia

MAKROEKONOMI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0676 || diagnostic_web = 0.4617

Close [X]
×