kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BI: Kenaikan Inflasi di Awal Tahun 2024 Salah Satunya Disumbang Lonjakan Harga Beras


Rabu, 21 Februari 2024 / 18:43 WIB
BI: Kenaikan Inflasi di Awal Tahun 2024 Salah Satunya Disumbang Lonjakan Harga Beras
ILUSTRASI. Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2024 di Jakarta, Kamis (21/2).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food melonjak pada Januari 2024.  Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, inflasi kelompok tersebut pada awal tahun ini sebesar 7,22% secara tahunan atau year on year (yoy) atau naik dari 6,73% yoy pada Desember 2023. 

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)  Aida S. Budiman mengungkapkan, kenaikan inflasi pada awal tahun ini, salah satunya bersumber dari kenaikan harga beras. 

“Kalau melihat Survei Biaya Hidup (SBH) 2022, sekarang bobot beras pada perhitungan inflasi menjadi 3,43%. Ini salah satu alasan mengapa inflasi pangan mencapai 7,72%,” terang Aida dalam konferensi pers, Kamis (21/2) di Jakarta. 

Baca Juga: Bos BI Tegaskan Perlu Gerak Cepat Atasi Lonjakan Inflasi Pangan

Aida mengakui, harga beras kini melonjak tinggi. Bahkan, ada daerah yang harga berasnya menyentuh hampir Rp 19.000 per kilogram (kg).  

“Dari survei pantauan harga kami, kisarannya memang lumayan lebar. Kalau di Nusa Tenggara Barat (NTB) harga beras di kisaran Rp 12.947 per kg, kalau di Kalimantan Tengah harga beras hingga Rp 18.800 per kg,” tambah Aida. 

Aida melanjutkan, salah satu pendorong kenaikan harga beras adalah fenomena kekeringan atau El Niño, yang kemudian menggeser periode tanam beras yang juga pastinya akan menggeser periode panen beras.

Meski demikian, saat berkoordinasi dengan pemerintah lewat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Aida bilang pemerintah telah berupaya dalam menjaga kecukupan kebutuhan beras. 

Baca Juga: Ini Rekomendasi Nagara Institute Dorong Industri Pupuk dan Ketahanan Pangan

Salah satunya adalah dengan melakukan impor. Pada Februari 2024 pun, cadangan beras pemerintah (CBP) berada di kisaran 1,2 juta ton. Ini cukup untuk menjaga pasokan beras. 

GNPIP juga menegaskan untuk mendorong keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi kerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas). 

Terlebih saat ini, Indonesia akan memasuki periode Ramadan dan Idul Fitri yang menilik sejarahnya, akan ada kenaikan inflasi pada periode tersebut. 

Baca Juga: Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, Kemendag Siapkan Langkah Strategis

“Dengan demikian, mudah-mudahan semua harga di bawah kendali. Dan kami punya target, inflasi pangan bergejolak tak lebih dari 5%,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×