kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Belanja Program MBG Tembus Rp 44 Triliun per 9 Maret 2026


Rabu, 11 Maret 2026 / 18:13 WIB
Belanja Program MBG Tembus Rp 44 Triliun per 9 Maret 2026
ILUSTRASI. Makan Bergizi Gratis (MBG). (KKP/dok)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Realisasi belanja program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp 44 triliun hingga awal Maret 2026. Nilai tersebut setara dengan sekitar 13,1% dari pagu anggaran program MBG dalam APBN tahun ini yang sebesar Rp 335 triliun.

Sementara hingga akhir Februari 2026, realisasi belanja program MBG tercatat sekitar Rp 39 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, realisasi anggaran program ini meningkat tajam. Pada Februari 2025, realisasi belanja MBG baru mencapai Rp 324,1 miliar.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, hingga 9 Maret 2026 program MBG telah menjangkau sekitar 61,62 juta penerima manfaat di berbagai daerah.

Baca Juga: Setoran Pajak Konsumsi Melonjak 97,4%, Pengamat: Bukan Efek Ledakan Konsumsi

“Sampai dengan 9 Maret telah diterima oleh sekitar 61,6 juta penerima yang diselenggarakan oleh lebih dari 25.000 SPPG,” ujar Suahasil dalam konfrensi pers APBN KiTa Edisi Maret, Rabu (11/3/2026).

Suahasil menyebut program MBG saat ini telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jawa menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbesar yaitu sekitar 35,47 juta orang, diikuti Sumatera sebanyak 12,63 juta penerima.

Selanjutnya, Sulawesi tercatat sebanyak 4,49 juta penerima, Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 3,52 juta penerima, Maluku dan Papua sekitar 2,88 juta penerima, serta Kalimantan sekitar 2,63 juta penerima.

Jika dilihat berdasarkan kelompok penerima, mayoritas penerima program MBG merupakan siswa sekolah. Hingga Februari 2026, jumlah siswa penerima program ini diperkirakan mencapai sekitar 50 juta orang.

Sementara itu, sekitar 10,5 juta penerima lainnya berasal dari kelompok non-siswa, seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta sebagian kelompok lanjut usia.

Suahasil menegaskan pemerintah akan terus memastikan pelaksanaan program MBG berjalan dengan tata kelola yang baik serta penggunaan anggaran yang efisien.

“Tentu ini akan terus kita pastikan supaya dijalankan dengan tata kelola yang baik, dijalankan secara efisien, dan anggarannya tersedia untuk program makan bergizi gratis ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Kemenkeu Sudah Bayar Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi Rp 51,5 Triliun ke BUMN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×