kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Begini strategi Sri Mulyani bawa kembali defisit APBN di bawah 3% pada 2023


Jumat, 08 Januari 2021 / 14:02 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani mengatakan, pemerintah berkomitmen kembali membawa defisit APBN 2023 di bawah 3% PDB.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Khomarul Hidayat

Pemulihan ekonomi pun sebetulnya sudah mulai dirasakan pada 2021. “Di satu sisi capital inflow terjadi lagi dan kita harap tidak hanya inflow untuk surat berharga atau saham, tapi juga inflow foreign direct investment (FDI) yang kemudian bisa jadi salah satu pendorong ekonomi,” ujar Sri Mulyani  dalam Konferensi Pers APBN 2020, Rabu (6/1).

Di sisi lain, ekspor juga demikian, mulai membaik terutama di pengujung 2020 lalu. Hal ini disebabkan momentum pemulihan ekonomi di banyak negara mulai bangkgit, maka peningkatan ekspor akan terus didukung.

Sementara itu, untuk konsumsi dengan vaksinasi virus corona yang segera dilaksanakan akan menimbulkan confidence bagi masyarakat. Apabila vaksinasi berjalan dengan efektif, kegiatan dari mobilitas masyarakat tentu akan membaik.

Namun sambil menunggu vaksinasi beres, Sri Mulyani meminta masyarakat harus tetap menggunakan protokol kesehatan. Dus, konsumsi rumah tangga diharapkan berada di zona positif.

“Kalau ini terjadi, APBN akan lebih sehat karena ekonomi lebih sehat dan penerimaan dari pajak, bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga meningkat sementara belanja dijaga tepat,” jelas Sri Mulyani.

Selanjutnya: Indonesia dapat vaksin gavi covax secara gratis, Sri Mulyani: Bisa hemat anggaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×