Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan kembali menguat pada April 2026 seiring meningkatnya penyaluran pembiayaan ke sektor korporasi, kredit modal kerja, serta kredit konsumsi.
Berdasarkan data BI yang rilis Jumat (22/5/2026), pertumbuhan kredit perbankan pada April 2026 mencapai 9,4% secara tahunan (year on year/yoy) dengan total outstanding sebesar Rp 8.606,6 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit pada Maret 2026 yang tercatat sebesar 8,9% yoy.
Peningkatan penyaluran kredit terutama didorong oleh pertumbuhan kredit kepada debitur korporasi dan perorangan. Kredit korporasi tumbuh sebesar 14,5% yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 13,9% yoy. Sementara itu kredit perorangan tumbuh 3,4% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Maret 2026 sebesar 3% yoy.
Baca Juga: Ini Strategi BI Redam Kenaikan Bunga Kredit di Semester II-2026
Dari sisi penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) menunjukkan percepatan pertumbuhan menjadi 5,8% yoy pada April 2026, naik dibandingkan Maret 2026 yang tumbuh 4% yoy.
BI menyebut peningkatan KMK terutama ditopang oleh penyaluran kredit pada sektor industri pengolahan, sektor keuangan, real estat, serta jasa perusahaan.
Sementara itu, Kredit Investasi (KI) tetap tumbuh tinggi sebesar 18,4% yoy meski sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 20,1% yoy. Pertumbuhan KI terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit pada sektor konstruksi serta sektor pengangkutan dan komunikasi.
Di sisi lain, Kredit Konsumsi (KK) juga menunjukkan peningkatan pertumbuhan menjadi 6% yoy pada April 2026 dibandingkan 5,8% yoy pada Maret 2026.
Perkembangan KK tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna yang masing-masing tumbuh sebesar 4,8% yoy dan 8,5% yoy pada April 2026, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,5% yoy dan 8,3% yoy.
Namun demikian, kredit kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi sebesar 9% yoy, sedikit lebih dalam dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 8,9% yoy.
BI juga mencatat penyaluran kredit properti pada April 2026 tumbuh sebesar 17,5% yoy, relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.
Pertumbuhan kredit properti terutama ditopang oleh peningkatan kredit KPR/KPA dan real estate. Kredit KPR dan KPA tumbuh sebesar 4,8% yoy, sementara kredit real estate meningkat menjadi 13,9% yoy dibandingkan Maret 2026 sebesar 12,9% yoy.
Adapun kredit konstruksi masih tumbuh tinggi sebesar 46% yoy, meski melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 47,2% yoy.
Sementara itu, pertumbuhan kredit UMKM masih terbatas. Pada April 2026, kredit UMKM hanya tumbuh sebesar 0,2% yoy, sedikit lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 sebesar 0,1% yoy.
Pertumbuhan kredit UMKM terutama didorong oleh kredit usaha mikro yang tumbuh sebesar 0,7% yoy.
Sebaliknya, kredit usaha kecil masih terkontraksi sebesar 0,2% yoy, sedangkan kredit usaha menengah terkontraksi sebesar 0,4% yoy.
Berdasarkan jenis penggunaan, ekspansi kredit UMKM terutama berasal dari kredit investasi yang tumbuh sebesar 10,1% yoy. Di sisi lain, kredit modal kerja UMKM masih mengalami kontraksi sebesar 4,1% yoy.
Baca Juga: Kurangi Ketergantungan Dolar, BI Perluas Kerja Sama LCT dengan Negara Mitra
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












