kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Begini strategi Kemendag dalam menggerakkan roda ekonomi di tengah pandemi


Kamis, 11 Juni 2020 / 14:46 WIB
Begini strategi Kemendag dalam menggerakkan roda ekonomi di tengah pandemi
ILUSTRASI. Menurut Mendag Agus Suparmanto, di tengah pandemi COVID-19 ini, pasar rakyat tetap beroperasi untuk menjaga inflasi dengan menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok dan kestabilan harga bagi masyarakat serta tetap mengedepankan protokol kesehatan secara


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan membuka secara bertahap kegiatan perdagangan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Dengan aktifnya kembali kegiatan perdagangan diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian. Sehingga ekonomi Indonesia bisa tetap tumbuh.

Baca Juga: Per April 2020, Askrindo jamin KUR UMKM senilai Rp 21,8 triliun

"Kegiatan perdagangan harus dibuka untuk meningkatkan roda perekonmian kita," ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat memberikan keterangan pers, Kamis (11/6).

Kegiatan perdagangan dibuka khususnya bertahap bagi pasar rakyat, pusat perbelanjaan, pasar swalayan, dan restoran. Pembukaan kembali kegiatan perdagangan juga dinilai untuk mencegah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Meski begitu Agus menekankan kewajiban penerapan protokol kesehatan dalam membuka kembali kegiatan perdagangan. Pengecekan menggunakan alat tes cepat atau pun dengan metode PCR harus dilakukaN agar memAstikan pedagang sehat.

Baca Juga: Hore! Kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat menguat Kamis (11/6) siang ini

"Pembukaan bertahap koordinasi dengan pemerintah daerah setempat melihat zona kuning dan zona hijau ini yang kita prioritaskan," terang Agus.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga menyampaikan pentingnya evaluasi setelah pembukaan dilakukan. Pasalnya angka penularan Covid-19 di Indonesia maaih bergerak dinamis.

Jokowi bahkan tak segan menutup kembali daerah yang memperlihatkan lonjakan kembali kasus positif Covid-19. Oleh karena itu, keputusan untuk membuka sektor perdagangan perlu dengan hati-hati.

Baca Juga: Tambah Modal, Bumi Serpong Damai (BSDE) Gelar Private Placement

"Perlu saya ingatkan jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, kenaikan kasus maka langsung akan kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali," tegas Jokowi.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Rabu (11/6) penambahan kasus positif Covid-19 terus meningkat. Berdasarkan data tersebut menunjukkan penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.241 kasus sehingga total terdapat 34.316 kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×