kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.896   -205,64   -3,37%
  • KOMPAS100 766   -29,84   -3,75%
  • LQ45 580   -18,21   -3,04%
  • ISSI 204   -7,71   -3,64%
  • IDX30 328   -9,51   -2,81%
  • IDXHIDIV20 404   -8,97   -2,18%
  • IDX80 87   -3,29   -3,65%
  • IDXV30 109   -2,05   -1,85%
  • IDXQ30 105   -2,36   -2,19%

Beban fiskal jaminan kesehatan sebesar 4,5% dari GDP


Rabu, 05 Oktober 2011 / 15:10 WIB
Drama Korea terbaru Hush bagikan foto sesi baca naskah bersama Hwang Jung Min dan Yoona SNSD.


Reporter: Riendy Astria | Editor: Edy Can

JAKARTA. Beban fiskal penyelenggaraan jaminan sosial sangat besar. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, beban fiskal penyelenggaraan jaminan kesehatan bisa mencapai 4,5% dari GDP.

Agus mengatakan, bebas fiskal penyelenggaraan jaminan sosial ini masih terus dikaji. Rencananya, nanti malam, pemerintah akan memaparkan beban fiskal penyelenggaraan jaminan sosial ini kepada DPR dalam forum pembahasan Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Agus bilang bebas fiskal penyelenggaraan jaminan sosial sebesar 4,5% dari GDP ini belum termasuk jaminan kecelakaan kerja. Jika termasuk jaminan kecelakaan, dia mengatakan anggarannya akan semakin besar. Karena itu, pemerintah lebih memprioritaskan terlebih dahulu penyelenggaraan jaminan kesehatan.

Asal tahu saja, pemerintah dan DPR telah sepakat menyelenggarakan jaminan sosial pada 2014 mendatang. Rencananya, PT Askes dan PT Jamsostek akan diubah menjadi BPJS. Askes akan melayani jaminan kesehatan. Sedangkan Jamsostek akan melayani jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKm), jaminan hari tua (JHT), dan jaminan pensiun (JP).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×