kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dana BPJS harus disimpan di bank milik pemerintah


Rabu, 05 Oktober 2011 / 11:21 WIB
ILUSTRASI. Kian murah, harga mobil bekas Nissan March tahun segini mulai Rp 70 juta


Reporter: Riendy Astria | Editor: Edy Can

JAKARTA. Dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan disimpan di bank plat merah. Ini merupakan kesepakatan baru dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang BPJS antara pemerintah dengan DPR kemarin (4/10) malam.

Awalnya pemerintah ingin dana BPJS disimpan di berbagai bank seperti bank swasta, bank asing temasuk bank milik negara. Staf Khusus Menteri Keuangan Mulia Nasution beralasan, pemilihan ini bukan atas dasar kepemilikan melainkan atas dasar keamanan dan kesehatan bank.

Selain itu, dia mengatakan, pemilihan bank ini juga harus melihat persaingan usahanya bermasalah atau tidak. "Kalau yang namanya bank milik negara bagaimanapun akan selalu diusahakan sehatkan, kita harus adil dengan bank lain," katanya.

Namun, DPR bersikukuh dana itu harus disimpan di bank BUMN saja. Anggota Panitia Khusus RUU BPJS DPR Rieke Diah Pitaloka mendesak dana BPJS harus disimpan bank milik BUMN lantaran deviden harus masuk ke negara. "Ada-ada saja, masa mau menggunakan bank asing," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×