kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

BBM naik, DPR desak pemerintah revisi upah buruh


Selasa, 18 Juni 2013 / 10:59 WIB
ILUSTRASI. Cumi Asin Bumbu Kalasan cocok disantap bareng nasi putih hangat. (Good To Know/Hasselblad H4D)


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Poempida Hidayatulloh mengatakan kaum buruh dan pekerja akan terkena dampak kenaikan harga BBM subsidi. Karenanya, pemerintah harus segera merevisi Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimim Kabupaten/Kota (UMK).

"Jika BBM naik Pemerintah harus segera merevisi UMP dan UMK Buruh dan Pekerja," ungkap Politisi Golkar ini kepada Tribunnews.com, Selasa (18/6).

Selain itu, Poempida mengatakan pemerintah juga harus segera membuat strategi stimulasi dan insentif untuk para Pengusaha agar beban produksi tidak berat. Pemerintah pun wajib memberantas pungli yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi.

Hal senada juga diutarakan anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka. Menurutnya, konsekuensi dari disetujuinya APBN-P 2013 termasuk naiknya harga BBM, adalah kepada buruh dan pekerja.

Karena itu, Rieke pun mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan yang dapat mendorong perusahaan menaikkan upah buruh hingga 30%. Sehingga, kenaikan harga BBM itu nantinya tidak terlalu menekan dan membuat buruh semakin tidak sejahtera.

"Atas nama buruh, saya mendesak agar segera dilakukan kenaikan upah buruh 30% dari UMP saat ini, agar tidak membuat buruh semakin tertekan," desaknya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×