kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.527   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.747   -111,64   -1,63%
  • KOMPAS100 898   -17,26   -1,88%
  • LQ45 661   -9,30   -1,39%
  • ISSI 244   -3,80   -1,53%
  • IDX30 373   -3,92   -1,04%
  • IDXHIDIV20 456   -5,19   -1,13%
  • IDX80 102   -1,62   -1,55%
  • IDXV30 130   -1,79   -1,36%
  • IDXQ30 119   -1,05   -0,87%

Baru 6 Bulan Menjabat, Begini Catatan Ekonomi Terhadap Kinerja Menkeu Purbaya


Selasa, 10 Maret 2026 / 17:20 WIB
Baru 6 Bulan Menjabat, Begini Catatan Ekonomi Terhadap Kinerja Menkeu Purbaya
ILUSTRASI. Devisit APBN 2026-Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) saat konferensi pers pengumuman realisasi APB (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

Bhima juga menyoroti aspek transparansi anggaran. Keterlambatan publikasi dokumen APBN 2026 dinilai menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi dan keterbukaan data fiskal, yang menjadi salah satu perhatian utama lembaga pemeringkat global.

Selain itu, ia menilai prioritas belanja negara belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan ekonomi saat ini. Program MBG yang menjadi salah satu agenda utama pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesiapan anggaran hingga pelaksanaan di lapangan.

Di tingkat daerah, Bhima juga menyoroti kebijakan pengalihan sekitar 58% dana desa ke program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang dinilai berpotensi mengganggu prioritas pembangunan daerah.

Baca Juga: Ekonom Nilai Langkah Agresif Menkeu Purbaya Bisa Dorong Ekonomi Tumbuh 5%

Ia juga menyinggung persoalan pembayaran kompensasi energi kepada BUMN seperti Pertamina dan PLN yang belum sepenuhnya dilakukan secara rutin setiap bulan.

Kondisi ini berpotensi menekan arus kas perusahaan, terutama ketika harga minyak dunia berfluktuasi tajam.

Di luar aspek kebijakan, Bhima menilai komunikasi pemerintah kepada publik dan pasar juga perlu diperbaiki. Ia menilai sejumlah pernyataan kebijakan yang terlalu optimistis justru berpotensi menurunkan kepercayaan pasar.

“Purbaya terlalu over promised dan bluffing sehingga menurunkan kepercayaan pasar dan publik,” ujarnya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Klaim Rajin Berkunjung ke Bank Indonesia. Apa yang Dibahas?

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, kritik para ekonom ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya soal angka dan program, tetapi juga menyangkut kredibilitas kebijakan serta kepercayaan pasar terhadap arah ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×