kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Bareskrim periksa pejabat Pelindo II hari ini


Jumat, 06 November 2015 / 13:08 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri dijadwalkan memeriksa tiga orang saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan mobile crane di PT Pelindo II, Jumat (6/11).

Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Agung Setya mengatakan, tiga saksi yang diperiksa hari ini adalah karyawan PT Pelindo II, yakni Direktur Sumber Daya Manusia, Direktur Komersil dan Pengembangan Usaha, serta mantan Direktur SDM.

"Tapi kami belum mengetahui apakah ketiga saksi ini datang atau tidak. Kami tunggu saja," ujar Agung di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/11).

Agung mengatakan, pemeriksaan terhadap ketiga saksi ini sangat penting. Pemeriksaan mereka merupakan lanjutan dari pemeriksaan terhadap 44 orang saksi lain.

Perlahan-lahan, sebut Agung, tindak pidana dalam kasus itu kian terang. "Oleh sebab itu, kami berharap ketiga saksi ini datang sehingga pemeriksaan kami tidak putus," ujar Agung.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Anang Iskandar sebelumnya berkoordinasi dengan pimpinan KPK. Mereka berbagi informasi soal kasus Pelindo.

Perkara korupsi 10 mobile crane itu semula ditangani oleh Dittipideksus. Namun, penanganannya kini bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor).

Dittipideksus mengusut dugaan pencucian uang, sedangkan Dittipikor mengusut dugaan korupsi. (Baca: Refly Harun: RJ Lino Terlalu Kecil Jadi Target Pansus Pelindo II)

Temuan penyidik, pengadaan 10 mobile crane itu diduga tidak sesuai perencanaan sehingga menyebabkan kerugian negara. Pengadaan itu juga diduga diwarnai mark up anggaran. (Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×