kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.847   38,00   0,23%
  • IDX 8.086   -149,85   -1,82%
  • KOMPAS100 1.136   -20,43   -1,77%
  • LQ45 820   -13,92   -1,67%
  • ISSI 288   -4,40   -1,50%
  • IDX30 433   -7,32   -1,66%
  • IDXHIDIV20 520   -7,19   -1,36%
  • IDX80 127   -1,88   -1,46%
  • IDXV30 142   -1,34   -0,94%
  • IDXQ30 139   -2,63   -1,86%

Bappenas Sebut Nilai Ekonomi Digital Capai US$ 90 Miliar di 2024


Senin, 17 Februari 2025 / 10:47 WIB
Bappenas Sebut Nilai Ekonomi Digital Capai US$ 90 Miliar di 2024
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc. Sektor informasi dan komunikasi (Infokom) mencatatkan pertumbuhan yang positif dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sektor informasi dan komunikasi (Infokom) mencatatkan pertumbuhan yang positif dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Bahkan pada saat pandemi Covid-19 di tahun 2020 mampu tumbuh hingga 10,61%.

Koordinator Tim Neraca Pembayaran, Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Bappenas, Khalishah Mutiara Purnamasari menjelaskan, nilai pertumbuhan sektor Infokom lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

“Secara rata-rata pertumbuhan sektor infokom jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. untuk kontribusinya sendiri sektor infokom ini terus mengalami tren peningkatan dalam 10 tahun terakhir,” ujarnya dalam webinar Ekonomi Digital dan Pembangunan Berkelanjutan: Peluang dan Tantangan, Senin (17/2).

Baca Juga: Menjaring Pasar Milenial dan Gen Z yang Jadi Ortu

Berdasarkan paparannya Mutiara mencatat, rata-rata pertumbuhan sektor infokom periode 2014-2024 sebesar 8,64%, sementara pertumbuhan ekonomi sebesar 4,29%. Selain itu, kontribusi sektor infokom mencapai 4,34% per Product Domestic Bruto (PDB) di 2024.

Tak sampai di situ, Mutiara mengungkapkan, secara keseluruhan nilai ekonomi digital (Gross Merchandise Value/GMV) mencapai US$ 90 miliar atau setara Rp 1.457,41 triliun (kurs: Rp 16.190) di tahun 2024

“Sektor e-commerce memimpin dari sektor digital Indonesia, dan alasan mengapa konsumen memilih untuk menggunakan layanan digital itu adalah dari aspek kemudahan dan kenyamanan,” ungkap Mutiara.

Lebih lanjut, Mutiara merinci, nilai pendapatan ekonomi digital berdasarkan sektornya di 2024, antara lain perdagangan daring sebesar US$ 65 miliar, perjalanan daring yang mencakup agen perjalanan online US$ 9 miliar, transportasi dan makanan US$ 9 miliar serta media daring US$ 8 miliar.

Baca Juga: Menilik Dampak Rencana Pemerintah Perketat Solar Subsidi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×