kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Bappenas: Pengelolaan APBN masih buruk


Selasa, 29 Maret 2016 / 19:57 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Efektivitas dan manfaat Anggaran Pendapan dan Belanja Negara (APBN) bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat sampai saat ini masih kecil. Sofyan Djalil, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, mengatakan, kecilnya manfaat tersebut bisa dilihat kehidupan masyarakat, salah satunya angka kematian ibu.

Sofyan mengatakan, walau setiap lima tahun APBN naik hampir dua kali lipat, namun kasus kematian ibu masih saja terjadi. "Ada yang salah, apakah bidan terlalu terpusat di kota, mekanisme kontrol rendah atau ada masalah lain," katanya Selasa (29/3).

Selain pada kasus kematian ibu tersebut, Sofyan mengatakan, buruknya pola pengelolaan APBN dan anggaran pemerintah juga bisa dilihat dari kualitas proyek. Berdasarkan temuannya di lapangan, banyak kualitas proyek pemerintah yang buruk.

"Salah satunya di Palu, kemarin saya datang ke sana, gedung pemerintah baru dibangun, belum diresmikan, tapi jendela sudah rontok, kamar mandi rusak semua, ini yang harus diperbaiki," katanya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×