kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.924   13,00   0,07%
  • IDX 6.407   72,06   1,14%
  • KOMPAS100 845   9,82   1,18%
  • LQ45 637   4,83   0,76%
  • ISSI 221   3,15   1,45%
  • IDX30 359   2,23   0,63%
  • IDXHIDIV20 443   1,45   0,33%
  • IDX80 96   1,08   1,13%
  • IDXV30 120   0,70   0,59%
  • IDXQ30 115   0,46   0,41%

Bappenas: Pemerintah daerah juga harus terbuka


Kamis, 14 Desember 2017 / 13:58 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah pusat menyatakan, masih terus mendorong keterbukaan pemerintahan agar publik bisa berpartisipasi dalam mendorong kebijakan menjadi lebih baik. Ini merupakan bagian dari upaya rencana aksi nasional keterbukaan pemerintah 2016-2017.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro bilang, pemerintah perlu melakukan langkah konsolidasi agar mempertajam peluang untuk mencapai banyak target pembangunan. Hal tersebut diperlukan untuk pertumbuhan pembangunan dan perekonomian yang lebih inklusif.

”Tanpa kemampuan untuk mengelola pembangunan secara terbuka, kita kesulitan untuk memastikan pembangunan dapat berdampak signifikan," kata Bambang, Kamis (14/12).

Keterbukaan pemerintahaan diperlukan agar pemerintah tahu apa yang dibutuhkan masyarakat. Maklum saja, jika ingin mendorong pertumbuhan pemerataan, pemerintah harus mendorong aspirasi rakyat.

Tapi, keterbukaan tersebut masih mempunyai tantangan. Bambang menyatakan, Indonesia sebagai negara yang terdesentralisasi akan sulit melakukan keterbukaan bila hanya dilakukan pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga dituntut untuk melakukan keterbukaan.

"Kita ingin, bagaimana Pemda semua sadar pentingnya open goverment. Mereka (Pemda) perlu komunikatif dan berdialog kepada masyarakat, jadi yang pertama tahu apa kebutuhan masyarakat," tegas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×