kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bappenas: Jangka panjang, stunting bisa timbulkan kerugian ekonomi 2%-3% dari PDB


Senin, 28 Mei 2018 / 14:41 WIB
Diskusi Cegah Stunting oleh Bappenas


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyelenggarakan diskusi media bertajuk Cegah Stunting, Investasi Bersama untuk Masa Depan Anak Bangsa. Diskusi ini bertujuan untuk membangun pemahaman tentang strategi pemerintah dalam menangani stunting serta peran lintas agama dalam mendukung penanganan stunting di Indonesia.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan 37,2% atau sekitar 9 juta balita di Indonesia pada 2013 mengalami stunting.

Dampak jangka pendek dari kurang gizi tersebut adalah gagal tumbuh sempurna, berat badan lahir rendah, stunting, dan kurus, juga hambatan perkembangan kognitif dan motorik sehingga berpengaruh pada perkembangan otak dan keberhasilan pendidikan, serta gangguan metabolik sehingga risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, obesitas, stroke, dan penyakit jantung menjadi meningkat.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam jangka panjang stunting menimbulkan kerugian ekonomi sebesar 2%-3% dari produk domestik bruto (PDB) per tahun. Jika PDB Indonesia sebesar US$ 13.000 triiiun, maka diperkirakan potensi kerugian akibat stunting dapat mencapai US$ 260 tiliun-US$ 390 triliun per tahun.

“Ketika dewasa, anak yang mengalami kondisi stunting pun berpeluang mendapatkan penghasilan 20% lebih rendah dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami stunting,” ujar Bambang di Gedung Bapenas, Senin (28/5).

Diskusi media ini sangat panting, terutama untuk membangun pemahaman masyarakat Indonesia tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia sehingga daya saing bangsa dapat meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×