kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Banyak Tantangan, Ditjen Pajak Harus Kerja Keras Raih Penerimaan Pajak Tahun Depan


Kamis, 22 Desember 2022 / 15:33 WIB
Petugas melayani wajib pajak di salah satu kantor pelayanan pajak pratama di Jakarta, Selasa (30/8/2022). Banyak Tantangan, Ditjen Pajak Harus Kerja Keras Raih Penerimaan Pajak Tahun Depan.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

"Kami menilai target tersebut realistis dan membuktikan bahwa pemerintah telah melakukan antisipasi untuk mencegah terjadinya shortfall penerimaan pajak. Artinya, pengelolaan anggaran negara telah dilakukan dengan prudent," katanya.

Fajry juga melihat bahwa tugas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tahun 2023 akan cukup berat.

Pasalnya, di saat adanya risiko penerimaan yang cukup tinggi, APBN harus menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3% serta memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjawab tantangan ekonomi di tahun depan.

Baca Juga: Kemenkeu Catat Realisasi PNBP Capai Rp 551,1 Triliun Hingga Medio Desember 2022

Untuk itu, pemerintah harus bergegas melakukan antisipasi dan jika diperlukan dapat mengambil extraordinary measure untuk menjaga pertumbuhan pajak tetap positif di tahun 2023.

"Extra effort yang dilakukan oleh Ditjen Pajak akan menjadi kunci kinerja penerimaan pajak di tahun 2023. Ditjen Pajak juga harus mengoptimalkan reformasi perpajakan melalui UU HPP," ucap Fajry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×