kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.564   1,00   0,01%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bansos Beras Distop, Pemerinah Alokasikan Rp 16,6 Triliun untuk Serap Gabah Petani


Rabu, 05 Februari 2025 / 18:20 WIB
Bansos Beras Distop, Pemerinah Alokasikan Rp 16,6 Triliun untuk Serap Gabah Petani
ILUSTRASI. Pekerja mengemas beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di gudang Perum Bulog Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (22/1/2024). Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan realisasi penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional hingga 20 Januari 2025 telah mencapai 32,8 ribu ton. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/agr


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebut pemerintah akan menghentikan sementara penyaluran bantuan sosial (bansos), bantuan pangan beras dan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) jelang musim panen tiba. 

Arief juga bilang anggaran untuk dua program ini akan dialokasikan kepada Bulog sebesar Rp 16,6 triliun untuk menyerap gabah petani saat panen. 

"Jadi anggaran beras SPHP dan bantuan pangan beras itu ada yang dialokasikan pada Bulog 16,6 triliun," ujar Arief dalam raker bersama  Komisi IV DPR RI, Rabu (5/2). 

Baca Juga: Kepala Bapanas Ungkap Alasan Program Bansos Beras dan SPHP Disetop Sementara

Arief mengegaskan kebijakan ini merupakah arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya Presiden memerintahkan kepada pembantunya untuk fokus terhadap penyerapan gabah petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500/kg. 

Arief juga menyebut penyaluran bansos beras dan SPHP akan distop selama dua bulan ini. Ia tekankan hal ini untuk menjaga harga gabah di tingkat petani agar tidak anjlok saat masa panen tiba. 

"Prioritasnya adalah sekarang serap petani. Jangan sampai petani harganya jatuh. Sekarang di depan mata kita mau panen raya. Jadi harus disiapkan baik keuangan, gudang, dan lain-lain untuk serap beras, gabah, petani setara 3 juta ton beras,” ujar Arief.

Sebelumnya, pemerintah sempat menyatakan akan menyalurkan program bantuan pangan beras selama 6 bulan sepanjang 2025.

Adapun, persetujuan penambahan alokasi bantuan pangan beras diputuskan menjadi enam bulan dalam Rapat Terbatas (Ratas) pada Senin (30/12/2024). Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan hulu dan hilir. 

Kala itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah merestui bantuan pangan beras selama 6 bulan pada 2025.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden Prabowo sudah merestui bantuan pangan beras selama 6 bulan tahun 2025. Jadi Januari, lalu Februari. Kemudian yang 4 bulan lagi, nanti disesuaikan kapan bulannya,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (2/1). 

Baca Juga: Jelang Panen Raya, Penyaluran Bantuan Pangan Baras Dihentikan untuk Jaga Harga Gabah

Dia juga memastikan pemerintah bersama dengan Perum Bulog siap mendistribusikan bantuan pangan beras selama 6 bulan ke depan. 

“Dan total berasnya 960.000 ton ke 16 juta PBP [Penerima Bantuan Pangan] di 2025 sesuai usulan Bapak Menko Pangan Zulkifli Hasan kemarin dalam Ratas,” terangnya. 

Arief menjelaskan program bantuan pangan beras ini diberikan sebagai bagian paket kebijakan ekonomi dan bantalan bagi masyarakat berpendapatan rendah, sekaligus untuk menjaga hulu dan hilir. Dalam hal penerima bantuan, pemerintah terus mempertajam database penerima PBP. 

Untuk itu, pemerintah memfokuskan kepada kelompok desil 1 dan 2, serta perempuan yang merupakan perempuan kepala keluarga yang miskin dan lansia tunggal. 

Adapun, database penerima bantuan pangan beras pada 2025 akan menggunakan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas). 

Baca Juga: Bapanas Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Jelang Ramadhan 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media
Tag

TERBARU

[X]
×