kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Bank Mandiri Ramal BI Akan Tahan Suku Bunga Acuan hingga Akhir Tahun


Kamis, 16 Februari 2023 / 20:57 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Selasa (24/7). BI melihat adanya kenaikan risiko nilai tukar di banyak negara, khususnya di KONTAN/Cheppy A. Muchlis/24/07/2018


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri meyakini Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan di level 5,75% hingga akhir tahun 2023. 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menyebut, keputusan ini seiring dengan prospek melandainya inflasi Indonesia bila dibandingkan tahun 2022. 

Bila pada akhir tahun 2022 inflasi berada di level 5,51% secara tahunan alias year on year (YoY), Faisal yakin inflasi pada tahun 2023 akan balik ke kisaran sasaran BI yang sebesar 2% hingga 4% YoY.

"Kami memperkirakan inflasi akan lanjut melandai di paruh kedua 2023 dan akan berada di level 3,60% pada akhir tahun 2023," ujar Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (16/2). 

Baca Juga: Gubernur BI: Tidak Perlu Lagi Kenaikan Suku Bunga Acuan

Ini sejalan dengan salah satu tujuan kebijakan suku bunga BI selama ini, yaitu untuk menjangkar inflasi dan ekspektasi inflasi.  Namun, Faisal meyakini BI juga sembari melihat perkembangan ekonomi global, yang tentunya masih penuh dengan ketidakpastian. 

Sebelumnya, Gubernur BI juga memberi sinyal kuat bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga acuan lagi. 

Kenaikan suku bunga acuan sebesar 225 bps dari Agustus 2022 hingga Januari 2023 katanya sudah memadai untuk menjangkar inflasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×