kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.140   53,00   0,29%
  • IDX 5.951   26,56   0,45%
  • KOMPAS100 773   1,68   0,22%
  • LQ45 590   0,81   0,14%
  • ISSI 205   1,74   0,85%
  • IDX30 334   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 413   -0,18   -0,04%
  • IDX80 88   0,24   0,28%
  • IDXV30 112   0,09   0,08%
  • IDXQ30 107   -0,12   -0,11%

Bank Indonesia Akan Hati-Hati Dalam Membeli SBN, Ini Alasannya


Kamis, 06 Maret 2025 / 19:55 WIB
Bank Indonesia Akan Hati-Hati Dalam Membeli SBN, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) berencana membeli SBN lebih dari Rp 150 triliun di pasar sekunder pada tahun ini. Terbaru, BI juga akan membeli SBN untuk pendanaan program 3 juta rumah.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan hati-hati dan terukur dalam membeli surat berharga negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah.

Sebagaimana diketahui, BI berencana membeli SBN lebih dari Rp 150 triliun di pasar sekunder pada tahun ini. Terbaru, BI juga akan membeli SBN untuk pendanaan program 3 juta rumah. 

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI R. Tri Wahyono mengatakan, terkait dengan kebijakan pembelian SBN, BI akan melakukannya dengan sangat berhati-hati.

“Jadi dimulai dari kebijakan besarannya seperti apa, kebutuhan likuiditas untuk perekonomiannya seperti apa. Dari mulai besarannya dulu sampai akhirnya operasionalnya di tempat kami di Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA),” tutur Tri dalam Taklimat Media, Kamis (6/3).

Baca Juga: Dana Nasabah di Perbankan Terancam Pindah ke SBN, Ini Alasannya

Selain itu, BI juga akan melihat kondisi pasar saat pembelian SBN. Hal ini agar BI tidak mendistorsi harga yang ada di market.

Tri membantah, saat BI membeli SBN maka akan melemahkan nilai tukar rupiah. pasalnya, BI biasanya melakukan pembelian SBN ketika terjadi sale off asing atau net sell di pasar SBN. Aktivitas net sell adalah aktivitas investor asing menjual saham di pasar domestik suatu negara dalam periode tertentu.

“Jadi ketika asing mau keluar dari pasar SBN, disitulah kita menstabilizer dengan cara kita melakukan pembelian,” ungkapnya.

Tri menjelaskan, alasan BI membeli SBN ketika terjadi sale off asing sebagai upaya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

“Jadi kita lakukan dengan sangat hati-hati, sehingga dampak rambatannya dari yang kita lakukan itu tidak akan kemana-mana, sampai apalagi terkait dengan nilai tukar,” imbuhnya.

Baca Juga: Penerbitan SBN Perumahan Berisiko dan Tidak Mendesak, Ekonom Ungkap Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×