Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) membantah memiliki kontrak maupun kerja sama yang mengikat dengan kelompok homeless media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF).
Klarifikasi ini muncul setelah sejumlah media baru yang disebut pemerintah mengaku tidak pernah terlibat ataupun berkomunikasi dengan forum tersebut.
Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom, Kurnia Ramadhana, menegaskan tidak ada arahan editorial maupun hubungan kemitraan formal antara pemerintah dengan media-media yang sempat disebut dalam forum itu.
Baca Juga: Berhaji di Usia 15 Tahun, Aysylla Naila Sempatkan Ujian Sekolah di Tanah Suci
“Tidak ada kontrak, arahan editorial, maupun bentuk kemitraan yang mengikat media tertentu untuk mendukung pemerintah,” ungkap Kurnia dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan istilah mitra yang sebelumnya disampaikan Kepala Bakom, Muhammad Qodari, hanya dimaksudkan sebagai hubungan komunikasi antara pemerintah dan media dalam penyebaran informasi publik.
Menurut Kurnia, Bakom menghormati independensi media baru maupun media konvensional. Pertemuan dengan pelaku new media disebut hanya bertujuan membuka ruang komunikasi dan memperluas akses informasi masyarakat terhadap program pemerintah.
Kurnia mengungkapkan Bakom menerima audiensi dari INMF pada Selasa (5/5/2026). Dalam pertemuan itu, INMF memperkenalkan diri sebagai forum yang dibentuk untuk meningkatkan kualitas serta ruang berkembang media baru.
Forum tersebut juga menyerahkan dokumen bertajuk New Media Forum 2026 yang memuat daftar pemain new media.
Bakom, katanya, turut menggali pola kerja media baru, termasuk penerapan prinsip cover both sides yang lazim digunakan media konvensional. Sehari setelah audiensi, sejumlah media baru menghadiri konferensi pers mingguan Bakom pada Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Beban Bunga Utang Mulai Gerus Ruang Belanja Produktif APBN
Di tengah polemik tersebut, Kurnia menilai lanskap media telah berubah signifikan dibanding dua dekade lalu. Ia membagi ekosistem media menjadi empat kelompok, yakni media konvensional, new media, media sosial, serta media DFK atau disinformasi, fitnah, dan kebencian.
“Yang menjadi musuh kita bersama adalah media DFK,” sambungnya.
Diketahui sebelumnya, Bakom menyatakan menggandeng sekitar 40 homeless media yang tergabung dalam INMF sebagai mitra penyebaran komunikasi publik pemerintah di ruang digital.
Dalam konferensi pers 6 Mei 2026, Qodari menyebut sejumlah nama seperti Narasi, Folkative, Indozone, Dagelan, USSFeeds, CXO Media hingga Bapak2ID sebagai bagian dari forum tersebut.
Kendati begitu, sejumlah media yang disebut justru membantah keterlibatan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













