kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ini penjelasan BI soal Skema Pembelian SBN Pemerintah


Kamis, 06 Maret 2025 / 20:59 WIB
Ini penjelasan BI soal Skema Pembelian SBN Pemerintah
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas di depan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Rabu.(1/5/2024). Bank Indonesia beberkan mekanisme pembelian surat berharga negara yang diterbitkan pemerintah, untuk mendukung pembangunan program 3 juta rumah.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) membeberkan mekanisme pembelian surat berharga negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah, untuk mendukung pembangunan program 3 juta rumah. dalam program pemerintah yakni pembangunan 3 juta rumah.

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI R. Triwahyono mengungkapkan, mekanisme pembelian SBN untuk program tersebut akan tetap sama seperti pembelian SBN oleh BI pada umumnya.

Untuk di pasar perdana atau primer, BI akan membeli SBN dengan tenor sampai 1 tahun. Sementara untuk pasar sekunder BI akan membelinya melalui perbankan.

Baca Juga: Penerbitan SBN Perumahan Berisiko dan Tidak Mendesak, Ekonom Ungkap Penyebabnya

“Kita membeli di pasar sekunder itu artinya kita kita beli di bank, jadi kita dengan transaksi dengan perbankan pembelian untuk yang SUN (surat utang negara),” tutur Tri dalam Taklimat Media, Kamis (6/3).

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden, sekaligus adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa BI  akan menyiapkan dukungan pendanaan sebesar Rp 130 triliun untuk menyokong program pemerintahan Prabowo Subianto yakni 3 juta rumah.

Sayangnya, Hashim tidak memerinci apakah dana tersebut akan disalurkan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) atau untuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN) perumahan.

"Saya dengar BI bersedia menjajakan Rp 130 triliun untuk mendukung mendukung sektor perumahan. Itu minggu lalu keputusan pak Perry Warjiyo (Gubernur BI), saya dengar. Dan ini dananya semua dari dalam negeri," kata Hashim.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Rp 26 Triliun pada Lelang Surat Utang Negara, Selasa (4/3)

Belum lama ini, BI memang akan menambah kucuran insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga Rp 80 triliun untuk menyukseskan program 3 juta rumah.

Tidak hanya itu,  BI juga akan berperan dalam pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder untuk mendukung program tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×