kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.725   17,00   0,10%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

Bahas RUU Pilkada, Demokrat akan ajukan opsi lain


Senin, 22 September 2014 / 12:52 WIB
ILUSTRASI. Kumpulan twibbon Paskah 2023 beserta ucapannya.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Nurhayati Assegaf mengatakan, Demokrat akan melayangkan surat kepada Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Pilkada, Senin (22/9). Surat tersebut berisi usulan opsi lain yang diajukan Demokrat terkait pembahasan RUU tersebut.

"Hari ini Demokrat akan mengeluarkan surat kepada panja agar opsi dari Demokrat bisa dimasukkan di dalam pembahasan," kata Nurhayati di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu menjelaskan, opsi ketiga yang akan diajukan, yaitu Demokrat ingin 10 syarat yang beberapa waktu lalu disampaikan Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan agar dimasukkan ke dalam pembahasan RUU Pilkada.

Ia mencontohkan, Demokrat tak ingin ada kalangan birokrat yang menjadi korban pascapilkada. Dalam sejumlah kasus, kata dia, tak jarang pegawai negeri sipil yang tak menjadi tim sukses pasangan tertentu, lalu dipojokkan ketika pasangan yang tidak mereka dukung ternyata memenangi Pilkada.

"Itu yang kami prihatin dan kami mendengar suara dari rakyat. Jadi tidak benar kalau itu semua sudah ada di dalam RUU, seolah-olah kami mengada-ada. Kami sudah meneliti semua itu," ujar Nurhayati.

Demokrat mengubah sikapnya dengan mendukung mekanisme Pilkada langsung. Namun, Demorat mengajukan 10 syarat. (Dani Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×