kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Badan Gizi Sebut Anggaran Makan Bergizi Gratis Sesuai Index Daerah


Rabu, 04 Desember 2024 / 15:38 WIB
Badan Gizi Sebut Anggaran Makan Bergizi Gratis Sesuai Index Daerah
ILUSTRASI. Anggaran makan bergizi gratis menyusut. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menyebut anggaran makan bergizi gratis disesuaikan dengan index daerah masing-masing.


Reporter: Whiwid Anjani | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Anggaran makan bergizi gratis menyusut. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menyebut anggaran makan bergizi gratis disesuaikan dengan index daerah masing-masing.

Anggaran program makan bergizi gratis yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 15.000 per anak, diturunkan menjadi Rp 10.000 per anak, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing.

“Anggaran makan bergizi gratis kita sesuaikan dengan index daerahnya, yang disampaikan Presiden (anggaran 10.000 per-anak) itu rata-rata” ujar Dadan pada Kontan, Rabu (4/12).

Lebih lanjut, dia mengatakan, Badan Gizi Nasional membayar bahan baku bukan membeli paket makanan. Maka menu itu akan disiapkan untuk satu bulan.

Baca Juga: Pelayanan Makan Bergizi Gratis Bakal Kelola Anggaran Sampai Rp 10 Miliar

Sebelumnya, Dadan menyebut, Badan Gizi akan menetapkan satuan pelayanan di setiap wilayah.

"Jadi setiap satuan pelayanan itu nanti akan mengolah uang kisarannya antara Rp 7 miliar sampai Rp 10 miliar, itu bervariasi setiap wilayah," ungkap Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/12).

Adapun, 85% dari uang yang diturunkan ke satuan Pelayanan itu, akan digunakan membeli bahan baku yang dipakai untuk masak. 

Lalu, 10,5% digunakan untuk membayar Ibu-Ibu yang masak maupun bapak-bapak yang menyuci dan sebagainya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×