kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Awas, Ledakan Tabung Gas Bakal Makin Banyak


Kamis, 22 Juli 2010 / 16:29 WIB
Awas, Ledakan Tabung Gas Bakal Makin Banyak


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Awas, ini kabar yang bikin dag-dig-dug para pengguna tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram (kg). Pemerintah memperkirakan ledakan tabung gas tersebut bakal melonjak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh beralasan, masa jaminan perlengkapan tabung gas itu sudah kadaluwarsa. “Tahun ini kita harus waspadai terjadinya peningkatan ledakan tabung gas karena umur aksesori yang sudah habis,” katanya, saat rapat kerja dengan Komisi VII, Kamis (22/7).

Sekadar Anda tahu, program konversi minyak tanah ke gas elpiji sudah berjalan sejak 2007. Adapun berbagai aksesori tabung gas hanya memiliki masa jaminan selama setahun, yakni untuk selang, regulator, dan kompor.

Di sisi lain, selama ini kerusakan di tiga aksesori tersebut merupakan penyebab utama terjadinya ledakan. Terutama, hal tersebut terjadi di dua kawasan, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Sebab, dua kawasan tersebut merupakan tempat pembagian tabung gas 3 kg perdana.

Karena itu, pemerintah juga berharap masyarakat pengguna tabung gas segera memeriksa berbagai perlengkapan tabung gas. Selain itu, bila ditemukan perlengkapan yang sudah uzur usianya, pemerintah menyediakan perlengkapan tabung ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). “Harga selang hanya Rp 15.000 dan regulator Rp 20.000,” kata Darwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×