kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Awas, Ada Sanksi Bagi yang Malas Melaporkan Gratifikasi


Kamis, 22 Juli 2010 / 10:39 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pejabat yang menerima gratifikasi sebaiknya cepat-cepat melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bila tidak, atau melebihi jangka waktu yang ditetapkan undang-undang, pejabat tersebut bisa terkena hukuman.

KPK sendiri juga sedang berencana menyusun sanksi bagi gratifikasi pejabat ini. Rencana ini mencuat karena banyak pejabat, terutama di daerah, yang tidak melaporkan adanya gratifikasi.

"Peraturan Pemerintah atau apa pun namanya semua dibicarakan spesifik khususnya soal sanksi karena saat ini yang melaporkan gratifikasi sangat sedikit," ujar Wakil Ketua KPK Haryono Umar, Kamis (22/7). Dia menambahkan, malah di beberapa daerah ada pejabat yang tidak melaporkan gratifikasi. "Hal itu sangat tidak mungkin," pungkasnya.

Dia mengatakan, gratifikasi memang berbeda dengan uang suap. Kalau dalam unsur uang suap, si penerima harus melakukan atau tidak berbuat sesuatu atas pemberian uang itu. Namun, kalau dalam gratifikasi, memang benar hanya pemberian kepada pejabat yang pemberinya berkait dengan jabatan si pejabat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×