kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Awal Puasa 2026 Beda Tanggal? Ini Penetapan Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU


Selasa, 03 Februari 2026 / 04:37 WIB
Awal Puasa 2026 Beda Tanggal? Ini Penetapan Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU
ILUSTRASI. Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Simak perbedaan dengan perkiraan pemerintah untuk persiapan Anda. (ANTARA/Saiful Bahri)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah telah menetapkan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada 21–22 Maret 2026.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, yang ditandatangani pada 19 September 2025.

Berdasarkan ketetapan tersebut, apabila Idul Fitri benar-benar jatuh pada 21 Maret 2026, maka awal puasa Ramadhan versi pemerintah diperkirakan dimulai pada 19 Februari 2026.

Perhitungan ini dilakukan dengan asumsi bahwa ibadah puasa Ramadhan berlangsung selama 30 hari penuh.

Meski begitu, penentuan awal Ramadhan di Indonesia kerap tidak seragam.

Perbedaan metode penetapan awal bulan hijriah antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU) sering kali membuat tanggal awal puasa tidak selalu sama setiap tahunnya.

Perbedaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh metode hisab dan rukyat yang digunakan masing-masing pihak.

Oleh karena itu, masyarakat masih menunggu pengumuman resmi dari setiap organisasi keagamaan terkait penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah.

Baca Juga: Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah Menurut WHO

Lantas, kapan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah menurut versi Muhammadiyah, pemerintah, dan NU?

Awal Ramadhan versi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026).

Ketetapan tersebut disampaikan melalui laman resmi Muhammadiyah pada 18 Oktober 2025.

Penetapan ini didasarkan pada perhitungan ijtimak, yaitu pertemuan antara Bulan dan Matahari, yang terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syaban 1447 H atau 17 Februari 2026, pukul 12.01 waktu UTC.

Pada saat Matahari terbenam di hari terjadinya ijtimak, sebelum pukul 24.00 UTC, belum ada satu pun wilayah di dunia yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi Bulan minimal 8 derajat.

Namun, setelah pukul 24.00 UTC dan sebelum fajar di Selandia Baru, tepatnya pada pukul 16.06 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 2.

Baca Juga: Kemenkes Siaga: Bahaya Virus Nipah Intai Indonesia?

Wilayah tersebut berada pada 56 derajat 48 menit 49 detik Lintang Utara (LU) dan 158 derajat 51 menit 44 detik Bujur Barat (BB).

Pada titik tersebut, posisi Bulan tercatat berada pada ketinggian 5 derajat 23 menit 35 detik dengan elongasi 8 derajat 0 menit 11 detik.

Dengan terpenuhinya kriteria tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026, dan penetapan ini berlaku secara global.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×