kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45979,88   -2,07   -0.21%
  • EMAS1.179.000 1,29%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Awal Musim Hujan Mundur, Petani Diminta Sesuaikan Pola Tanam


Senin, 11 September 2023 / 12:34 WIB
Awal Musim Hujan Mundur, Petani Diminta Sesuaikan Pola Tanam
ILUSTRASI. Awal Musim Hujan Mundur, BMKG Minta Para Petani Sesuaikan Pola Tanam. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para petani agar menyesuaikan pola tanam, menyusul prediksi musim hujan yang datang lebih lambat pada tahun 2023 dibandingkan biasanya.

Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan baru akan terjadi pada November 2023, dengan puncaknya di bulan Januari-Februari 2023.

Pola ini lebih lambat dibandingkan pola sebelumnya karena pengaruh El Nino moderat yang berlangsung hingga Februari 2024 dan Indian Ocean dipole (IOD) positif yang bertahan hingga akhir tahun 2023.

"Oleh karena itu, kami informasikan dini dengan mengetahui potensi mundurnya musim hujan, pola tanam dapat disesuaikan," kata Dwikorita dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube BMKG pada Senin (11/9/2023).

Baca Juga: Resmi dari BMKG, Ini Prakiraan Musim Hujan Tahun 2023, November Mulai Musim Hujan

Biasanya, kata Dwikorita, para petani mulai menanam tanaman yang membutuhkan air memasuki musim hujan.

Namun, karena musim hujan datang lebih lambat, tanaman tersebut berisiko gagal panen.

Dengan demikian, ia meminta para petani segera mengubah pola tanam agar ketahanan pangan tetap terjaga.

"Mundurnya musim hujan biasanya di pertanian sudah ada planning bulan apa menanam apa, atau sudah terlanjur menanam tanaman yang mestinya cocok untuk musim hujan, tetapi musim hujannya mundur," ucap dia.

Di sisi lain, Dwikorita mengungkapkan, mundurnya musim hujan sedikit banyak berpengaruh pada tingkat polusi udara di kota-kota besar.

Ia meminta pemerintah daerah setempat segera mengantisipasi hal ini, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengantisipasi dampak kesehatan yang muncul.

"Antara lain bukan satu-satunya, penyebabnya adalah tidak ada hujan yang mencuci partikel-partikel polutan tersebut. Nah, jadi salah satu dampak yang tidak nyaman, proses pencucian yang diharapkan dapat terjadi di bulan Oktober akhir itu, kemungkinan kalau mundur jadi pencuciannya juga mundur," kata dia.

Baca Juga: Kapan Musim Hujan Datang? Yuk, Simak Prediksi Lengkap dari BMKG

Ada 446 zona musim (ZOM) atau 64 persen wilayah yang memasuki musim hujan pada Oktober-November 2023.

Jika dilihat dari sifatnya, sifat musim hujan pada tahun 2023 diprediksi normal secara umum dengan cakupan 566 atau 80,9 persen ZOM.

Namun, ada pula 69 atau 9,9 persen ZOM yang memiliki sifat musim hujan di atas normal. Di sisi lain, ada 64 atau 9,2 ZOM dengan sifat musim hujan di bawah normal.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awal Musim Hujan Mundur, BMKG Minta Para Petani Sesuaikan Pola Tanam"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×