kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Australia dinilai sangat tergantung pada Indonesia


Rabu, 20 November 2013 / 12:47 WIB
ILUSTRASI. Orchid Forest Cikole adalah salah satu tempat wisata menarik di Bandung.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari menilai, Australia sangat tergantung dengan Indonesia. Hal itu terkait hubungan kedua negara yang memanas karena kasus penyadapan.

"Jangan salah ya, Australia itu amat tergantung ke RI sebenarnya. Jadi sepatutnya, kita tidak usah kecil nyali," kata Eva ketika dikonfirmasi, Rabu (20/11/2013).

Ia mencontohkan masalah terorisme, RI lebih ahli dibanding Australia. Negeri Kanguru itu sangat membutuhkan informasi dari Indonesia. "Mereka hanya user," katanya.

Ketergantungan Australia lainnya terkait masalah imigran gelap.  RI selama ini digunakan sebagai tanggul untuk menahan gelombang kedatangan imigran. Selain itu, investor terbesar Indonesia masih Jepang, Amerika Serikat dan China.

"Kita juga bisa stop impor daging Australia dan beralih ke India. Syukur-syukur menggenjot produksi dalam negeri. Jadi secara realitas, RI tidak begitu tergantung ke Australia malah yang terjadi sebaliknya. Ini soal keseriusan pemerintah untuk menegakkan marwah RI," ungkapnya. (Ferdinand Waskita/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×