kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Aturan e-commerce libatkan banyak pihak


Jumat, 06 Maret 2015 / 14:21 WIB
ILUSTRASI. Pastikan Ada Formasi Jurusan Anda Sebelum Daftar CPNS/PPPK 2023, Ini Cara Ceknya.


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Penetapan roadmap atau peta jalan untuk sektor perdagangan elektronik atau e-commerce melibatkan banyak kementerian teknis. Selain Kementerian Komunikasi dan Informatika, kementerian lainnya adalah Kementerian Perdagangan (Kemdag), Bank Indonesia (BI), serta Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM).

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, permasalahan e-commerce ini melibatkan banyak pemangku kepentingan atau stakeholder. "Yang terlibat banyak, karena berkaitan dengan logistik, infrastruktur, cara pembayarannya bagaimana?" kata Rudiantara, Jumat (6/3).

Dalam roadmap ini, setiap kementerian atau lembaga yang terlibat memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk menganalisa persoalan-persoalan yang terjadi dalam kegiatan e-commerce di dalam negeri. Rudiantara bilang, pembahasan terkait dengan e-commerce ini akan dipimpin oleh Menteri Koordinasi Bidang Ekonomi. 

Bila selesai terbentuk, tidak mustahil nilai transaksi e-commerce dalam negeri akan terus meningkat. Dan tahun depan nilai tarnsaksi sebesar US$ 20 miliar akan dapat diraih. "Kita harus sama-sama atur agar terintegrasi," ujar Rudiantara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×