kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Atasi pengangguran, ekonomi RI harus diatas 10%


Kamis, 09 Oktober 2014 / 12:11 WIB
ILUSTRASI. Dua Raksasa Keuangan Jepang Hentikan Proses Akuisisi Terhadap Panin Bank


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Indonesia harus menciptakan pertumbuhan ekonomi sebesar 10% pada masa pemerintahan selanjutnya. Dengan pertumbuhan double digit ini maka Indonesia akan mampu memenuhi lonjakan tenaga kerja yang mencapai dua juta penduduk per tahunnya.

"Kalau hanya tumbuh 5-6% maka hanya memenuhi 800 ribu angkatan kerja, dan menyisakan sekitar 1,2 juta penduduk angkatan kerja yang menganggur," kata Penasihat Senior Transformasi bidang Kajian Ekonomi, Jonathan Pincus, di Jakarta, Kamis (9/10).

Untuk mencapai hal ini maka pemerintah harus mendorong pertumbuhan industri manufaktur. Hal ini dapat dilakukan dengan mengalihkan tujuh persen dari import industri manufaktur Tiongkok untuk berpindah ke Indonesia.

"Hal ini dapat dicapai dengan melihat penurunan ekonomi di Tiongkok, negara yang mendominasi manufaktur ekonomi dunia dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memiliki potensi untuk terus tumbuh karena memiliki sumber daya saing yang paling mendukung ketimbang negara-negara lain di Asia termasuk Thailand dan Vietnam," katanya.

Dengan mengembangkan manufaktur, maka Indonesia tidak akan mengandalkan pertumbuhan ekonomi berdasarkan kenaikan harga komoditas seperti harga mineral tambang, yang terjadi di pasar global seperti yang terjadi pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  (Arif Wicaksono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×