kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Atasi kemacetan di Merak, pemerintah siap tambah kapal


Selasa, 01 Maret 2011 / 17:45 WIB
Atasi kemacetan di Merak, pemerintah siap tambah kapal
ILUSTRASI. Ilustrasi kesehatan paru-paru./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluuyo/04/07/2011.


Reporter: Yudho Winarto, Kurnia Dwi Hapsari, | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah menyiapkan tiga langkah untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berharap tiga langkah ini membuat kemacetan tidak kembali terjadi.

Pertama, Hatta mengatakan perlu penambahan jumlah kapal. Menurutnya, penambahan kapal ini harus dilakukan karena volume penyeberangan meningkat karena perdagangan antar pulau juga melonjak.

Kedua, Hatta mengatakan, PT Indonesia Ferry perlu meremajakan kapalnya. Ketiga, sebagai langkah jangka panjang, Hatta mengatakan, pembangunan jembatan Selat Sunda.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengaku sudah menambah kapal fery untuk mengurai kemacetan. Menurutnya, saat ini jalur masuk ke arah Merak sudah terurai. "Tadinya baru kami tambah 16 kapal, saat ini kita tambah lagi sekarang jumlahnya jadi 23, kapal berasal dari Pelni dan kita juga tarik dari tempat lain,"ujar Freddy.

Freddy bilang, saat ini kementrian perhubungan telah membuat program jangka panjang untuk mengatasi kemacetan di Merak seperti membuat perpanjangan dermaga dan membangun break water.

Selain itu, kata Freddy, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia juga telah menambah dua kapal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×