kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Atasi kemacetan di Merak, pemerintah siap tambah kapal


Selasa, 01 Maret 2011 / 17:45 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi kesehatan paru-paru./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluuyo/04/07/2011.


Reporter: Yudho Winarto, Kurnia Dwi Hapsari, | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah menyiapkan tiga langkah untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berharap tiga langkah ini membuat kemacetan tidak kembali terjadi.

Pertama, Hatta mengatakan perlu penambahan jumlah kapal. Menurutnya, penambahan kapal ini harus dilakukan karena volume penyeberangan meningkat karena perdagangan antar pulau juga melonjak.

Kedua, Hatta mengatakan, PT Indonesia Ferry perlu meremajakan kapalnya. Ketiga, sebagai langkah jangka panjang, Hatta mengatakan, pembangunan jembatan Selat Sunda.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengaku sudah menambah kapal fery untuk mengurai kemacetan. Menurutnya, saat ini jalur masuk ke arah Merak sudah terurai. "Tadinya baru kami tambah 16 kapal, saat ini kita tambah lagi sekarang jumlahnya jadi 23, kapal berasal dari Pelni dan kita juga tarik dari tempat lain,"ujar Freddy.

Freddy bilang, saat ini kementrian perhubungan telah membuat program jangka panjang untuk mengatasi kemacetan di Merak seperti membuat perpanjangan dermaga dan membangun break water.

Selain itu, kata Freddy, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia juga telah menambah dua kapal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×