kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Asosiasi ritel keberatan dilaran jual bajakan


Kamis, 13 Februari 2014 / 21:50 WIB
ILUSTRASI. Jenis-jenis tanaman hias untuk mengatasi insomnia.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah berencana melarang penjualan dan peredaran lagu, buku dan film hasil pelanggaran hak cipta.  Dalam Pasal 10 draft RUU Hak Cipta yang mereka serahkan ke DPR, mereka akan melarang, setiap pengelola pusat perbelanjaan menjual barang hasil pelanggaran hak cipta di pusat perbelanjaan yang mereka kelola.

Satria Hamid Ahmadi, Sekretaris Jenderal Asosiasi Peritel Indonesia mengatakan bahwa kalau benar rencana itu akan dilakukan, itu akan memukul kinerja pusat perbelanjaan. Pasalnya, kontribusi penjualan dan pasar barang- barang bajakan dan hasil pelanggaran hak cipta selama ini memang besar. "Kontribusinya walau saya tidak hitung, besar karena pasarnya juga besar," katanya kepada KONTAN Kamis (13/2).

Satria mengharapkan, sebelum pemerintah benar-benar menerapkan kebijakan tersebut, pemerintah bisa menertibkan terlebih dulu sektor hulu, atau produsen barang- barang bajakan. Karena, mereka sumber utama penyelewengan hak cipta.

Selain itu, dia juga meminta pemerintah konsisten dengan kebijakan yang mereka buat, "Kami dukung kalau mereka konsisten," kata Satria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×