kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45946,86   7,52   0.80%
  • EMAS950.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Asing keluar dari pasar obligasi dan saham, cadangan devisa November 2021 bisa turun


Senin, 06 Desember 2021 / 18:03 WIB
Asing keluar dari pasar obligasi dan saham, cadangan devisa November 2021 bisa turun
ILUSTRASI. Cadangan devisa RI turun: Rupiah di cash center sebuah Bank di Jakarta, Jumat (5/7). Asing keluar dari pasar obligasi dan saham, cadangan devisa November 2021 bisa turun.

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom Bank Permata memperkirakan cadangan devisa kembali menurun pada bulan November 2021, setelah pada bulan Oktober 2021 mencatat penurunan sebesar US$ 1,4 miliar ke US$ 145,5 miliar. 

Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, cadangan devisa pada bulan laporan turun sekitar US$ 1 miliar hingga US$ 2 miliar ke kisaran US$ 143 miliar hingga US$ 145 miliar. 

“Penurunan ini akibat adanya arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik, baik di pasar obligasi maupun pasar saham,” ujar Josua kepada Kontan.co.id, Senin (6/12). 

Josua memerinci, arus modal asing yang keluar dari pasar obligasi pada bulan laporan mencapai US 2,15 miliar, sementara yang keluar dari pasar saham mencapai US$ 0,21 miliar. 

Baca Juga: Arus modal asing hengkang dari pasar keuangan, cadangan devisa diprediksi turun lagi

Namun, penurunan cadangan devisa ini akan terbatasi oleh potensi surplus neraca perdagangan pada bulan November 2021 dan lelang SBBI valas dari BI. 

Masih tingginya harga komoditas pada bulan November 2021 diperkirakan masih membuat neraca perdagangan untung. Meski, surplus neraca perdagangan bisa lebih rendah dari bulan sebelumnya. 

“Surplus neraca dagang akan mendorong peningkatan permintaan akan Rupiah sehingga membantu dalam membatasi penurunan cadangan devisa,” jelas Josua. 

Kemudian, lelang SBBI valas pada bulan November 2021 tercatat mencapai US$ 0,52 miliar, atau lebih tinggi dari capaian pada bulan Oktober 2021 yang sebesar US$ 0,32 miliar. 

Baca Juga: BI targetkan surplus operasional pada tahun 2022 sebesar Rp 14,12 triliun

Lebih lanjut, meski diperkirakan menurun, cadangan devisa masih cukup tangguh dalam menjaga stabilitas eksternal, terutama saat proses tapering terjadi. 

Apalagi, saat ini proporsi kepemilikan obligasi oleh asing cenderung lebih rendah, sehingga eksposur kepada nilai tukar rupiah tidak akan sesignifikan taper tantrum pada 2013. 

Selanjutnya: IHSG ditutup menguat hari ini, simak proyeksi analis untuk perdagangan Selasa (7/12)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×