kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

AS Terancam Gagal Bayar Utang, Menkeu: Tidak Berpengaruh ke Perekoomian Indonesia


Selasa, 09 Mei 2023 / 11:50 WIB
ILUSTRASI. Menkeu mengatakan, potensi gagal bayar utang AS tidak berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan potensi ekonomi Amerika Serikat yang terancam karena potensi gagal bayar utang, tidak berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.

Dia mengatakan, hingga saat ini Surat Berharga Negara (SBN) masih dilirik oleh investor. Selain itu, prospek perekonomian Indonesia  juga dinilai masih baik, dengan inflasi yang terjaga.

“Untuk pertanyaan gagal bayar di Amerika Serikat, sampai hari ini sebenarnya kalau kita liat dari perkembangan, tidak ada pengaruh kepada perekonomian kita,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (8/5).

Baca Juga: Malapetaka Utang AS di Depan Mata, Ini Kata Janet Yellen

Bendahara negara ini juga mengatakan, masih belum melihat adanya sinyal potensi gagal bayar utang di Amerika Serikat yang akan mengganggu pasar keuangan global. 
Menurutnya, Amerika Serikat bisa bayar utang asalkan debt ceiling atau pagu utangnya dibuka, meski memang terhalang oleh dinamika politik.

“Kita lihat pasar juga belum memberikan sinyal terhadap kemungkinan dinamika politik itu.  Itu kan dinamika politik sebetulnya. Amerika bisa bayar utangnya kalau debt ceiling nya dibuka, tapi ada dinamika politiknya,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen memperingatkan kegagalan Kongres AS untuk menaikkan plafon utang pemerintah akan berdampak terhadap gagal bayar utang AS. 

Yellen mengingatkan risiko gagal bayar utang (default) akan memicu malapetaka ekonomi.

Baca Juga: Jerome Powell: Jangan Anggap Fed Dapat Melindungi Ekonomi AS dari Default Pagu Utang

Tercatat, utang AS mencapai US$ 31 triliun pada Oktober 2022, sedangkan per 31 Maret 2023 bertambah menjadi US$ 31,45 triliun.

Bengkaknya utang AS, dipicu oleh pandemi Covid-19. Saat itu, pemerintah AS harus menggelontorkan stimulus US$ 5 triliun guna menyelamatkan perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×