kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.176   17,00   0,09%
  • IDX 5.083   26,24   0,52%
  • KOMPAS100 656   4,41   0,68%
  • LQ45 517   1,77   0,34%
  • ISSI 170   0,26   0,15%
  • IDX30 291   0,97   0,33%
  • IDXHIDIV20 391   -0,54   -0,14%
  • IDX80 76   0,43   0,57%
  • IDXV30 109   -0,15   -0,14%
  • IDXQ30 97   -0,49   -0,50%

AS Penyumbang Surplus Dagang Terbesar, China Defisit Terdalam hingga September 2026


Senin, 02 November 2026 / 13:13 WIB
AS Penyumbang Surplus Dagang Terbesar, China Defisit Terdalam hingga September 2026
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina menjadi tiga negara penyumbang surplus neraca perdagangan nonmigas terbesar Indonesia sepanjang Januari-September 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono memaparkan, AS menjadi negara penyumbang surplus terbesar dengan nilai mencapai US$ 17,37 miliar.

Surplus tersebut berasal dari nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar US$ 25,39 miliar, sementara impornya tercatat sebesar US$ 8,02 miliar sepanjang Januari-September 2026.

Baca Juga: Ekspor China Melonjak 36,3% pada September 2026, Surplus Dagang Dekati US$ 1 Triliun

Adapun komoditas penyumbang surplus terbesar dari perdagangan dengan AS adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) sebesar US$ 3,35 miliar.

Kemudian pakaian dan aksesorinya (rajutan) (HS 61) sebesar US$ 2,28 miliar serta alas kaki (HS 64) sebesar US$ 2,18 miliar.

“Ini ke AS penyumbang surplus bagus dari pakaian dan aksesorinya serta alas kaki,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin(2/11/2026).

India menempati posisi kedua sebagai penyumbang surplus nonmigas terbesar dengan nilai US$ 10,81 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke India mencapai US$ 15 miliar, sedangkan impornya sebesar US$ 4,20 miliar.

Komoditas yang paling besar menyumbang surplus perdagangan dengan India adalah bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$ 4,70 miliar. Disusul lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) sebesar US$ 2,95 miliar serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) sebesar US$ 1,17 miliar.

Baca Juga: AS Longgarkan Larangan, Drone Mainan China Kini Kembali Lolos Impor

Sementara itu, Filipina berada di posisi ketiga dengan surplus perdagangan nonmigas sebesar US$ 6,25 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut tercatat US$ 8,06 miliar, sedangkan impor sebesar US$ 1,80 miliar.

Adapun komoditas penyumbang surplus terbesar dari perdagangan dengan Filipina adalah kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar US$ 2,10 miliar. Kemudian bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$ 1,97 miliar serta lemak dan minyak hewani atau nabati (HS 15) sebesar US$ 980 juta.

Di sisi lain, Ateng juga mencatat sejumlah negara yang menjadi penyumbang defisit neraca perdagangan nonmigas terbesar Indonesia. Tiga negara dengan defisit terdalam adalah China, Australia, dan Prancis.

China menjadi penyumbang defisit terbesar dengan nilai mencapai US$ 21,99 miliar. Hal ini tercermin dari nilai ekspor Indonesia ke China sebesar US$ 54,17 miliar, sementara impor dari negara tersebut mencapai US$ 76,16 miliar.

Komoditas yang paling besar menyumbang defisit perdagangan dengan China adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) sebesar US$ 16,33 miliar.

Selanjutnya, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) sebesar US$ 16,03 miliar dan plastik serta barang dari plastik (HS 39) sebesar US$ 4,31 miliar.

Australia menempati posisi kedua dengan defisit neraca perdagangan nonmigas sebesar US$ 5,43 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Australia tercatat US$ 2,64 miliar, sedangkan impornya mencapai US$ 8,07 miliar.

Baca Juga: Kerugian Ekonomi China akibat Bencana Mencapai US$ 29,9 Miliar hingga September 2026

Defisit perdagangan dengan Australia terutama berasal dari logam mulia dan perhiasan atau permata (HS 71) sebesar US$ 1,47 miliar. Kemudian serealia (HS 10) sebesar US$ 920 juta serta bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$ 900 juta.

Adapun Prancis menjadi negara ketiga penyumbang defisit terbesar dengan nilai US$ 2,08 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Prancis sebesar US$ 640 juta, sementara impornya mencapai US$ 2,72 miliar.

Komoditas penyumbang defisit terbesar dari perdagangan dengan Prancis adalah kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) sebesar US$ 1,45 miliar.

Disusul instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis (HS 90) sebesar US$ 180 juta serta mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) sebesar US$ 130 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×