kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Apindo klaim ribuan buruh di-PHK akibat UMP 2013


Senin, 07 Januari 2013 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan perakitan unit sepeda motor di pabrik AHM, Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/16.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Edy Can


JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan beberapa perusahaan mulai mengurangi jumlah tenaga kerja akibat kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengatakan, perusahaan itu berasal dari daerah industri seperti Batam, Jakarta dan Depok.

Dia bilang, mayoritas pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berstatus alih daya (outsourcing). "Kami menyayangkan karena ada ribuan pekerja yang sudah di-PHK," ujar Sofjan, Senin (7/1).

Menurutnya, proses PHK ini kemungkinan masih akan berlanjut karena pengusaha umumnya mengurangi pekerjanya secara bertahap untuk menghindari biaya pesangon yang besar. Karena itu, dia berharap permohonan penangguhan penerapan UMP 2013 bisa dikabulkan.

Sofjan mengaku belum menerima hasil penangguhan UMP yang diajukan banyak perusahaan. Ia bilang baru menerima informasi bahwa baru ada 4 perusahaan yang diterima penangguhannya dari 80 perusahaan yang mengajukan penangguhan UMP di DKI untuk gelombang pertama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×