kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Apindo klaim ribuan buruh di-PHK akibat UMP 2013


Senin, 07 Januari 2013 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan perakitan unit sepeda motor di pabrik AHM, Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/16.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Edy Can


JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan beberapa perusahaan mulai mengurangi jumlah tenaga kerja akibat kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengatakan, perusahaan itu berasal dari daerah industri seperti Batam, Jakarta dan Depok.

Dia bilang, mayoritas pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berstatus alih daya (outsourcing). "Kami menyayangkan karena ada ribuan pekerja yang sudah di-PHK," ujar Sofjan, Senin (7/1).

Menurutnya, proses PHK ini kemungkinan masih akan berlanjut karena pengusaha umumnya mengurangi pekerjanya secara bertahap untuk menghindari biaya pesangon yang besar. Karena itu, dia berharap permohonan penangguhan penerapan UMP 2013 bisa dikabulkan.

Sofjan mengaku belum menerima hasil penangguhan UMP yang diajukan banyak perusahaan. Ia bilang baru menerima informasi bahwa baru ada 4 perusahaan yang diterima penangguhannya dari 80 perusahaan yang mengajukan penangguhan UMP di DKI untuk gelombang pertama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×