kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Apindo: Jika tarif BBM masih mahal ini akan memperburuk kondisi ekonomi di Indonesia


Rabu, 27 Mei 2020 / 19:57 WIB
Apindo: Jika tarif BBM masih mahal ini akan memperburuk kondisi ekonomi di Indonesia
ILUSTRASI. Petugas mengisi bahan bakar minyak pada kendaraan di SPBU Pertamina, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (28/4). Pertamina memprediksi konsumsi BBM pada bulan Ramadan tahun ini akan berada di kisaran 110.034 kiloliter per hari atau turun 20% dibandingka


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah berencana menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat. Meski terbilang lamban mengambil keputusan ini, namun pengusaha berharap tarif BBM memang perlu diturunkan.

Beberapa negara tetangga juga telah menurunkan harga BBM sejak Februari 2020. Bahkan saat ini, negara tersebut sudah mulai menaikkan harga BBM.

Misalnya saja Malaysia yang sudah mulai menaikkan harga BBM bulan ini. Sepanjang 13 April-11 Mei 2020, harga BBM ron 95 di Malaysia mencapai RM 1,25 per liter atau Rp 4.229,64 per liter.

Baca Juga: Harga energi murah, Komisi VII DPR: PLN dan Pertamina harus diberi konpensasi

Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono menilai, pemerintah memang sudah seharusnya menurunkan tarif BBM. Apalagi, hal ini tentu akan sangat membantu Indonesia di tengah situasi ekonomi yang terancam.

“Ya memang seharusnya diturunkan, bukankah harga di pasaran dunia juga sudah lama turun?,” katanya kepada kontan.co.id, Rabu (27/5).

Ia bilang, apabila harga atau tarif BBM ini masih mahal alias tidak diturunkan tentu akan memperburuk kondisi ekonomi di Indonesia yang sedang dipertahankan.

Namun sayangnya, ia belum dapat merinci berapa tarif ideal yang cocok apabila BBM diturunkan. “Untuk harga yang pastinya kita masih kalkulasi. Masih kita hitung dulu,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×