kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.996   60,58   0,76%
  • KOMPAS100 1.128   11,48   1,03%
  • LQ45 819   2,92   0,36%
  • ISSI 282   4,42   1,59%
  • IDX30 426   -0,10   -0,02%
  • IDXHIDIV20 512   -2,94   -0,57%
  • IDX80 126   0,98   0,78%
  • IDXV30 139   0,12   0,08%
  • IDXQ30 139   -0,46   -0,33%

Apindo: Daya saing industri terancam upah yang tinggi


Rabu, 21 November 2018 / 22:21 WIB
Apindo: Daya saing industri terancam upah yang tinggi
ILUSTRASI. ilustrasi buruh pabrik


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daya saing industri di Indonesia terancam akibat upah yang terlalu tinggi. Tingginya upah terutama terjadi pada daerah sentra industri seperti Karawang dan Bekasi di Jawa Barat. Sementara negara maju telah kembali memproduksi produk menggunakan mesin.

"Sekarang beberapa negara maju mulai lagi memproduksi barang yang selama ini diproduksi negara berkembang," ujar Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (21/11).

Produk hasil produksi negara maju tersebut menggunakan teknologi tinggi. Hal itu membuat harga produk yang dihasilkan dapat jauh lebuh murah.

Sementara Bob bilang upah di Indonesia terutama di sentra industri jauh lebih besar. Karawang dan Bekasi diungkapkan Bob, telah menaikkan upah lebih dari 100% dalam 5 tahun terakhir hingga melampaui upah di Bangkok, Thailand.

Tingginya upah juga memberatkan pengusaha di daerah sentra industri. "Banyak yang saat ini dalam posisi bertahan, apalagi yang usahanya padat karya," terang Bob.

Bob menerangkan bahwa tingginya upah membuat perusahaan perlu efisiensi secara radikal. Efisiensi dilakukan dengan otomatisasi atau mengganti produksi menggunakan mesin.

Namun, efisiensi tersebut dinilai akan berdampak bagi tenaga kerja. Bob bilang otomatisasi pada akhirnya berdampak pada pemangkasan tenaga kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×