kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

API Minta Pemerintah Segera Buat Tim Negosiasi Bahas Tarif Impor AS


Jumat, 04 April 2025 / 16:49 WIB
API Minta Pemerintah Segera Buat Tim Negosiasi Bahas Tarif Impor AS
ILUSTRASI. API meminta agar pemerintah RI segera bentuk tim negosiasi untuk berbicara kepada pemerintah AS terkait kebijakan tarif impor.REUTERS/Evelyn Hockstein 


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan pemberlakukan tarif resiprokal yang secara resmi dikenakan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia sebesar 32%.

Mengenai hal ini, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meminta agar pemerintah Indonesia bisa segera membentuk tim negosiasi untuk berbicara kepada pemerintah AS guna membahas strategi upaya menurunkan defisit perdagangan (trade deficit) Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum API Jemmy Kartiwa. Pihaknya meminta perlindungan kepada pemerintah untuk bernegosiasi agar tarif resiprokal bisa lebih ringan.

“Tujuannya pemerintahan Trump jelas. Jadi kami meminta perlindungan ke pemerintah kita untuk menyusun tim negosiasi, berangkat ke Amerika, berbicara kepada pemerintah Trump bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia dalam menurunkan defisit Amerika dalam hal tarif 32% yang diterapkan tanggal 9 (April) ini bisa lebih ringan,” beber Jemmy melalui konferensi pers daring, Jumat (4/4).

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Trump 32%, Ini Pesan Ekonom ke Pemerintah RI

Jemmy kemudian mengatakan bahwa dampak dari berlakunya tarif resiprokal ini adalah semua barang-barang yang diekspor ke AS akan mengalami kenaikan harga. Hal ini tentunya bisa menekan daya beli masyarakat AS terhadap produk-produk tersebut.

“Perlu kita sadari turunnya permintaan produk luar Amerika di Negara Paman Sam ini membuat produsen berbagai produk TPT menjadi overproduction,” lanutnya.

Hal ini bisa menyebabkan permasalahan, sebab berkurangnya permintaan, khususnya di sektor tekstil, tentunya bisa menyebabkan oversupply.

“Jangan sampai Indonesia yang populasinya cukup banyak menjadi tujuan ekspor yang tadinya ditujukan ke negara Paman Sam, nanti menjadi dibuang ke Indonesia,” terangnya.

Sebelumnya, Donald Trump menetapkan tarif timbal balik yang berlaku bagi lebih dari 180 negara dan wilayah berdasarkan kebijakan perdagangan baru yang luas.

Menurut Trump, tarif resiprokal diperlukan agar Amerika Serikat mendapat perlakuan yang lebih adil dan menekan defisit anggaran. 

Baca Juga: Elon Musk Rugi Besar! Rp 182 Triliun Lenyap dalam Sehari Akibat Kebijakan Tarif Trump

Selanjutnya: AS Jadi Market Ekspor Terbesar Industri Alas Kaki Indonesia, Begini Kata Aprisindo

Menarik Dibaca: Garuda Metalindo Bukukan Kinerja Solid di Kuartal IV 2024, Ekspor Jadi Penopang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×