CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.010,74   -8,25   -0.81%
  • EMAS994.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Apakah Mungkin Lebaran 2022 Bisa Mudik? Simak Kata Ahli


Selasa, 01 Maret 2022 / 07:52 WIB
Apakah Mungkin Lebaran 2022 Bisa Mudik? Simak Kata Ahli
ILUSTRASI. Ahli menganalisis, arus mudik saat ini akan sulit untuk dihindari. ANTARA FOTO/ Reno Esnir


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebentar lagi, kita akan menghadapi bulan Ramadan. Satu pertanyaan yang kini muncul di masyarakat adalah apakah mungkin Lebaran 2022 diizinkan untuk mudik?

Melansir Kompas.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa lebaran 2022 bisa saja dihadapi dengan berbeda. Hal tersebut bergantung pada capaian target vaksinasi dosis kedua pada akhir April nanti. 

Pemerintah sendiri memiliki target untuk menyelesaikan suntikan dosis kedua sebanyak 70 persen dari populasi pada akhir April 2022. 
“Lebaran kali ini bisa kita hadapi dengan berbeda, dibandingkan lebaran sebelumnya. Dengan kondisi bahwa harus dilakukan percepatan vaksinasi dosis kedua,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, (27/2/2022). 

Dua tahun sebelumnya, lebaran diwarnai dengan pengetatan dan larangan mudik. Larangan mudik diterapkan mulai 6-17 Mei 2021 guna mencegah lonjakan kasus Covid-19. 

Baca Juga: Terus Meningkat, Angka Kesembuhan Covid-19 Capai 4.861.415 Orang

Lantas, bagaimana pandangan ahli mengenai mudik lebaran 2022? 

Pandangan ahli Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menganalisis, arus mudik saat ini akan sulit untuk dihindari. Penyebabnya, tahun ini adalah lebaran tahun ketiga sejak pandemi menyerang dan hasrat masyarakat untuk melakukan mudik lebaran akan semakin besar. 

“Secara realistis arus mudik saat ini sulit untuk dihindari, dicegah juga sulit. Tahun ketiga ini, animonya besar sekali, semakin besar malahan,” ujar Dicky, saat dihubungi Kompas.com (28/2/2022). 

Namun, Dicky berprinsip bahwa setiap potensi yang bisa dicegah, lebih baik dicegah.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 28 Februari: Tambah 25.054 Kasus Baru, Meninggal 262

Menurutnya, jika bisa meminimalisir pergerakan besar yang kemungkinan memasifkan penyebaran virus corona, itu akan jauh lebih baik. 

“Oleh karena itu jelas kalau anjuran (mudik) jangan ada, melarang saya kira juga sulit,” tuturnya. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×