kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Antisipasi kekeringan, operasi teknologi modifikasi cuaca dijalankan hingga September


Selasa, 23 Juli 2019 / 19:22 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan bekerja sama menjalankan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk mencegah kekeringan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, setiap pihak memiliki tugas masing-masing. Dalam operasi ini nantinya BNPB akan menyiapkan pesawat dan personil di Halim dan Kupang, dimana nantinya posko Halim fokus menangani Jawa, dan Kupang untuk menangani Nusa Tenggara.

Baca Juga: Sebanyak 55 wilayah kabupaten dan kota tetapkan status siaga darurat kekeringan

Sementara itu, BMKG akan bertugas menganalisis lokasi yang memiliki potensi hujan. "Jika ada potensi hujan, BMKG akan menginformasikan ke BPPT lokasinya, selanjutnya BPPT akan terbang ke lokasi untuk menyemai awan menjadi hujan," tutur Agus kepada Kontan.co.id, Selasa (23/7).

Agus mengatakan, saat ini operasi tersebut masih dalam tahap persiapan yakni  menyiapkan pesawat yang akan digunakan. Dia memperkirakan, akhir minggu ini segala persiapan sudah selesai dilakukan dan operasi TMC siap dijalankan.

Baca Juga: Hujan buatan di bulan Juli untuk mengatasi polusi udara Jakarta

"Iya, [operasi TMC minggu depan] siap, asal ada informasi awan yang potensial jadi hujan dari BMKG," tutur Agus.

Rencananya, operasi TMC ini pun akan dilaksanakan sampai September, sesuai dengan prediksi BMKG yang mengatakan musim kemarau berlangsung hingga September.

Baca Juga: Terapkan sistem tilang elektronik, ini 25 lokasi persimpangan yang akan dipasang CCTV

Meski belum mengetahui berapa besar dana yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi TMC ini,  Agus mengatakan BNPB memiliki anggaran Rp 2 triliun sebagai dana siap pakai, dimana dana tersebut bisa digunakan untuk dana operasi darurat seperti siaga darurat, tanggap darurat dan transisi darurat ke pemulihan juga bisa digunakan untuk operasi TMC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×