kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Anomali cuaca, PU sulit merawat jalur pantura


Jumat, 14 Juni 2013 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Proyek pembangunan pabrik di kawasan industri terintegrasi PT Puradelta Lestari Tbk, Cikarang, Jawa Barat./pho KONTAN/Carolus AGus Waluyo.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengaku kesulitan menjaga kondisi jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) untuk tetap mulus di tahun ini. Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto, mengatakan, penyebab kesulitan itu ialah banyaknya anomali cuaca yang terjadi pada tahun ini.

"Sepanjang tahun 2012 lalu kondisi cuacanya selalu kering sepanjang tahun. Sehingga, ketika kami melakukan perbaikan, kondisinya jadi lebih bagus," kata Djoko, Jumat (14/6).

Djoko bilang, anomali cuaca pada tahun ini menyebabkan terus terjadinya hujan deras pada waktu yang tidak bisa ditebak. Situasi ini, menurut Djoko, akan menyebabkan perbaikan jalan yang dilakukan di jalur pantura tidak akan bertahan lama. "Kami, kan, tidak bisa melarang kendaraan berat untuk tidak melintasi jalan tersebut pada saat hujan deras," katanya.

Dia menambahkan, setiap tahunnya Bina Marga menganggarkan dana sebesar Rp 1 triliun-Rp 1,2 triliun untuk perbaikan jalan sepanjang 1.000 kilometer. Dana sebesar itu untuk perbaikan dan perawatan berkala jalur pantura.

"Intinya, kami mengantisipasi kerusakan mendadak karena kendaraan besar dan hujan deras. Jadi, kami selalu siagakan pekerja yang siap di lapangan," ujar Djoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×