CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Angka Kasus Covid-19 Naik, IDAI: Anak Miliki Risiko Sama Seperti Dewasa


Jumat, 08 Juli 2022 / 23:10 WIB


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan bahwa risiko anak terkena Covid-19 sama seperti usia dewasa. Terlebih dengan kondisi meningkatnya kasus karena subvarian omicron BA4 dan BA5 saat ini.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 IDAI, dr Yogi Prawira menuturkan, berdasarkan adanya subvarian omicron yang jauh lebih menular termasuk pada populasi anak. Ditambah adanya jumlah laporan peningkatan kasus terkonfirmasi termasuk pada bayi dan anak yang membutuhkan perawatan. Maka IDAI menghimbau, anak memiliki risiko yang sama seperti dewasa untuk terinfeksi Covid-19.

"Bahkan memiliki potensi mengalami komplikasi Multisystem Inflammatory System in Children (MIS-C) bahkan long covid," kata Yogi, dalam keterangan resmi, Jumat (8/7).

Maka pencegahan yang utama ialah, menerapkan protokol kesehatan dengan lebih disiplin, guna mencegah potensi penularan Covid-19. Protokol kesehatan ditegaskan harus terus dilakukan bahkan ditingkatkan karena terbukti dapat mencegah meluasnya virus ini.

Baca Juga: UPDATE Covid-19 Indonesia, 8 Juli: Tambah 2.472 Kasus Baru, Meninggal 5

Adapun pada situasi peningkatan kasus saat ini, Yogi mengatakan pemerintah perlu untuk meningkatkan testing, tracing dan treatment. Serta menampilkan data terkini kasus Covid-19 terkonfirmasi secara akurat dan transparan, termasuk kasus pada usia bayi dan anak.

Pada lingkup sekolah, orang tua dan sekolah diminta untuk berkolaborasi memastikan keamanan dan keselamatan anak. Diantaranya dengan melakukan testing kepada anak yang terindikasi gejala covid, serta tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Tidak membawa anak keluar rumah apabila ada gejala demam batuk dan diare. Protokol kesehatan terutama fokus kepada penggunaan masker wajib untuk semua orang di atas 2 tahun, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak makan bersamaan, pastikan sirkulasi udara terjaga," imbuhnya.

IDAI juga menghimbau orang tua tidak mengajak anak ke tempat keramaian dan mengajak anak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Bagi anak dengan komorbid dapat berkonsultasi dulu kepada dokter apabila ada rencana wisata di dalam ataupun luar negeri," kata Yogi.

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 per 8 Juli: Penambahan Vaksinasi Mencapai 448.237 Dosis

Selain itu, IDAI juga menghimbau agar orang tua untuk segera melengkapi imunisasi rutin anak usia 6 tahun dan anggota keluarga lainnya, terutama vaksinasi Covid-19.

Sedangkan untuk institusi pendidikan, keputusan membuka dan menutup kembali pembelajar tatap muka, harus memperhatikan kondisi kasus baru baik di lingkungan sekolah atau lainnya.

"Keputusan untuk membuka atau menutup sekolah harus memperhatikan adanya kasus baru covid di sekolah atau tidak dan rekomendasi ini sifatnya dinamis dan disesuaikan dengan perkembangan terkini," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×