kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Anggota Komisi IV DPR ingatkan potensi merebaknya rokok ilegal dari kenaikan cukai


Senin, 22 November 2021 / 14:00 WIB
ILUSTRASI. Warga berjalan melintasi spanduk kampanye stop rokok ilegal di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (6/10/2021).Anggota Komisi IV DPR ingatkan potensi merebaknya rokok ilegal dari kenaikan cukai.


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Noverius Laoli

Pakar Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran Mudiyati Rachmatunnisa menilai, peredaran rokok ilegal harus ditekan dengan sebaik-baiknya karena tidak jelas dari kandungannya.

“Selain itu harganya sangat murah. Fenomena ini tidak hanya dapat menggiring konsumsi perokok aktif ke produk yang lebih murah, tapi juga bisa menciptakan perokok aktif baru,” kata Mudiyati.

Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Henry Najoan menilai perlu pemberantasan rokok ilegal degan peningkatan dan inovasi pengawasan yang masif oleh pemerintah dengan melibatkan lembaga negara lain agar ada efek jera bagi pelaku produksi.

Selanjutnya: Kenaikan Tarif Cukai Rokok Segera Diumumkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×