kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas Akibat Harga Minyak, Begini Hitungan Celios


Minggu, 08 Maret 2026 / 15:44 WIB
Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas Akibat Harga Minyak, Begini Hitungan Celios


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah membuka opsi untuk menggeser anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebesar Rp 335 triliun pada tahun ini apabila defisit APBN 2026 membengkak melebihi ambang batas 3% akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.

Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, menilai lonjakan harga minyak global akan memberikan tekanan hebat pada pos subsidi energi, khususnya Pertalite. Berdasarkan hitungannya, jika harga minyak mentah di MOPS menyentuh US$ 97 per barel, harga keekonomian Pertalite bisa mencapai Rp 15.000 per liter.

“Sedangkan jika harga minyak mentah di MOPS mencapai US$ 144 dan US$ 120 per barel maka harga Pertalite seharusnya mencapai Rp 17.400 per liter dan Rp 18.200 per liter,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (8/3/2026).

Baca Juga: Anggaran MBG Terancam Dipangkas Gara-Gara Harga Minyak, BGN Bilang Begini

Huda menjelaskan, kenaikan harga minyak di atas US$ 70 per barel akan memaksa pemerintah menyediakan tambahan subsidi hingga Rp 145 triliun. Jika harga minyak bertengger di US$ 97 per barel, defisit anggaran diperkirakan membengkak menjadi Rp 767 triliun dengan rasio terhadap PDB sebesar 2,99%.

Situasi akan semakin genting jika harga minyak mencapai US$ 120 per barel. Huda memprediksi defisit anggaran bisa melonjak hingga Rp 838 triliun dengan rasio terhadap PDB mencapai 3,25%. Angka ini jelas melampaui batas aman yang ditetapkan undang-undang.

Menghadapi kondisi ini, pemerintah dihadapkan pada dua pilihan yakni menaikkan harga BBM atau memangkas anggaran program lain. Namun, menaikkan harga Pertalite dinilai sangat berisiko karena kenaikan harga 1% saja dapat mengerek inflasi dan memukul daya beli masyarakat.

Baca Juga: Menkeu Buka Opsi Pangkas Anggaran MBG Jika Defisit APBN Lampaui 3%

“Kenaikan harga Pertalite menjadi Rp 13.000 per liter akan membuat inflasi di angka 8,4%. Akibatnya, konsumsi rumah tangga bisa turun hingga 0,026%. Kemiskinan pun akan meningkat,” tegasnya.

Oleh karena itu, Huda menilai pilihan paling rasional saat ini adalah menggeser anggaran dari pos lain, termasuk MBG, untuk menutupi subsidi BBM. Ia memberikan simulasi sederhana di mana penghematan anggaran MBG saat hari libur bisa menjadi penyelamat APBN.

“Padahal jika anggaran MBG sebesar Rp 1,2 triliun per hari, hanya butuh SPPG libur selama bulan puasa ditambah libur sekolah untuk menutup kelebihan subsidi jika harga minyak US$ 97 per barrel. Pada intinya, anggaran MBG yang bisa dihemat ketika bulan puasa+libur sekolah, bisa mengurangi beban tambahan subsidi ketika terjadi kenaikan harga minyak mentah global secara masif,” pungkasnya.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Risiko Inflasi, CORE Sarankan Alihkan Anggaran MBG dan IKN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×