Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekonom menilai Indonesia tidak perlu terlalu khawatir terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berencana mengenakan tarif dagang sebesar 25% kepada negara-negara yang tetap menjalin hubungan dagang dengan Iran.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengatakan konflik geopolitik yang tengah berlangsung antara Iran dan Israel seharusnya tidak memengaruhi komitmen perdagangan Indonesia dengan negara lain, termasuk Iran.
“Terkait konflik Iran–Israel, ini tidak perlu mengganggu komitmen dagang kita dengan negara lain, termasuk Iran. Geopolitik dunia sangat dinamis dan sangat mudah berubah, apalagi situasi Timur Tengah terkait Iran–Israel,” ujar Wijayanto kepada Kontan, Selasa (12/1/2026).
Baca Juga: Pejabat Rusia Ingatkan Trump Soal Kemampuan Serangan Nuklir Kiamat Rusia, Ada Apa?
Menurut Wijayanto, Indonesia justru perlu bersikap konsisten dan tidak mudah terombang-ambing oleh tekanan geopolitik global. '
Ia mengingatkan agar Indonesia tidak tergesa-gesa menghentikan kerja sama ekonomi dengan negara tertentu hanya karena situasi politik yang bersifat sementara.
“Jangan sampai kita terombang-ambing dengan terlalu gampang menghentikan kerja sama dengan negara lain. Jika ini kita lakukan, termasuk dengan Iran, maka saat kondisi membaik kita tidak akan mendapatkan deal terbaik dari Iran,” jelasnya.
Baca Juga: Donald Trump Kenakan Tarif Dagang 25% ke Negara Mitra Iran, Indonesia Terdampak?
Wijayanto menambahkan, solidaritas dan kesetiakawanan antarnegara memiliki nilai strategis, terutama bagi negara yang sedang menghadapi tekanan ekonomi dan politik seperti Iran.
“Bagi suatu bangsa atau negara, terutama yang sedang kesusahan seperti Iran, kesetiakawanan itu sangat penting,” tutupnya.
Selanjutnya: Menakar Urgensi Ajang World Economic Forum di Tengah Guncangan Ekonomi Global
Menarik Dibaca: Trik Buat Aktivitas Agar Anak Lepas dari Gadget
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













