kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Anas Urbaningrum penuhi panggilan KPK


Rabu, 27 Juni 2012 / 10:08 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Edy Can

JAKARTA. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia datang sekitar pukul 09.57 WIB dengan menggenakan baju batik berwarna coklat lengan panjang.

Sebelum menjalani pemeriksaan, Anas sempat memberikan keterangan kepada para wartawan. Dia menilai, pemanggilan ini sebagai suatu kesempatan yang baik bagi dirinya untuk mengklarifikasi atas tuduhan proyek tersebut. "Saya mengapresiasi KPK karena menjalankan tugas dengan baik dan ini baik bagi saya untuk mendudukan tuduhan-tuduhan itu pada porsi yang tepat," katanya, Rabu (27/6).

Pemeriksaan Anas sendiri didampingi sejumlah para petinggi Partai Demokrat hadir di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para petinggi Partai Demokrat yang hadir diantaranya Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustofa, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Divisi Komunikasi Publik Andi Nurpati, kuasa hukum Partai Demokrat dan beberapa kader partai Demokrat lainnya.

Suasana di gedung KPK sendiri cukup ramai. Aparat Kepolisian sendiri telah berjaga-jaga di pintu masuk.

Anas diperiksa karena diduga mengetahui proyek tersebut. Dia pernah menjadi anggota Komisi X DPR sebelum terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Sebelumnya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menuding Anas terlibat dalam proyek Hambalang senilai Rp 2,5 triliun itu.

Nazaruddin menuduh, Anas yang mengatur proyek tersebut. Dia mengatakan, hasil korupsi proyek tersebut digunakan untuk biaya pemenangan dalam Kongres Partai Demokrat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×